KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Sejak resmi dilantik menjadi Direktur Poltekkes Kemenkes Kaltim pada 28 Mei 2025, Dr Andi Parellangi menggantikan direktur sebelumnya Supriadi, yang kini menjadi Direktur Poltekekkes Kemenkes Palu. Suasana penuh haru menandai prosesi serah terima jabatan di Aula Poltekkes Kemenkes Kaltim, Rabu (4/6).
Andi Parellangi menyampaikan, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin sejak 2023 hingga 2025. Terhitung sejak 2025 hingga 2029 diamanahkan Kemenkes untuk memimpin Poltekkes Kemenkes Kaltim.
Dalam penunjukkan, dirinya akan memberikan gagasan atau visi yang membawa kemajuan Poltekkes Kemenkes Kaltim ke depannya. “Saya mengenalkan program prioritas yang dikenal dengan nama lima pilar transformasi Poltekkes Kemenkes Kaltim, yang menjadi rencana program prioritas akan diterapkan pada 2025 hingga 2029, ” ucapnya.
Untuk pilar pertama, fokus dalam hal penguatan tata kelola satuan kerja badan layanan umum (BLU) menuju clean and good institution. Kedua, penguatan proses pendidikan dalam peningkatan serapan lulusan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Ketiga, peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa produk inovatif, publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional yang memiliki reputasi, paten sederhana, hilirisasi hingga industrilisasi atau komersialisasi.
Keempat, peningkatan status kelembagaan di tingkat nasional menuju internasional. Dan pilar kelima, mengembangkan kampus digital Poltekkes Kaltim menuju pelayanan prima.
Kesuksesan lima pilar tersebut pastinya didukung visi dan misi dari program kerja ke depannya. “Untuk visi, kami ingin Poltekkes Kaltim menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi dan profesi kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global di 2029,” terangnya.
Dengan visi tersebut, ada lima visi yang sudah kami gagas dalam acuan kinerja ke depannya, salah satunya menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi dan profesi yang bermutu, unggul, berdaya saing, dan berwawasan global dengan sentral unggulan pendidikan (SUP) diabetes melitus (DM).
Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif dan mendukung kebijakan pemerintah, serta dapat diintegrasikan dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat, menerapkan keahlian dalam bidang ilmu dan hasil penelitian pada pengabdian masyarakat, mengembangkan organisasi dengan SDM unggul, tata kelola yang transparan dan akuntabel, berorientasi pada peningkatan kemandirian dan mengembangkan kerja sama dalam dan luar negeri
Sehingga, ketika masyarakat bertanya kenapa Anda masuk di Poltekkes Kemenkes Kaltim, alasannya sangat mendasar.
Pertama, menjamin perguruan tinggi (PT) yang aman dan bersih dengan program pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK). Kedua, menjamin mutu dari program studi (prodi), dari 11 yang ada, sudah 8 prodi terakreditasi unggul (73 persen), tiga prodi baik sekali, dan segera dilakukan reakreditasi untuk meningkatkan menjadi unggul.
Ketiga, menjamin kualitas pendidikan, dibuktikan dengan tenaga dosen berpendidikan S3 dan minimal S2 sesuai dengan keilmuan prodi. Keempat, menjamin kualitas lulusan, dibuktikan dengan rata -rata lulus uji kompetensi nasional lebih 98 persen, di atas rata-rata nasional, dan mendapatkan penghargaan serapan lulusan tertinggi dari Kementerian Kesehatan 2024.
“Jadi dilihat memang pendidikan di bidang vokasi dan profesi diproduksi lulusan tenaga kesehatan untuk siap kerja sesuai kebutuhan user (pengguna) di fasilitas pelayanan kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta di dalam maupun luar negeri.
Di Poltekkes Kemenkes Kaltim, terdapat kelas internasioanl (KI) Prodi S1 Terapan Keperawatan dan Profesi Ners dan program internasional diarahkan lulusannya ke beberapa negara tujuan.
Editor : Dwi Restu A