Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Migas, Ini Dia Pendorong Utama Kenaikan Impor Kaltim!

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 9 Juni 2025 | 09:32 WIB

 

Impor hasil minyak menurun 20,47 persen. Menunjukkan pergeseran kebutuhan di sektor energi.
Impor hasil minyak menurun 20,47 persen. Menunjukkan pergeseran kebutuhan di sektor energi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Nilai impor Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif pada April 2025. Total nilai impor tercatat sebesar USD381,36 juta, naik tipis 1,96 persen dibanding bulan sebelumnya, Maret 2025.

Peningkatan tersebut patut dicermati, sebab disokong penuh oleh geliat impor nonmigas yang melonjak signifikan. Data menunjukkan, meski impor migas mengalami penurunan sebesar 6,02 persen menjadi USD282,40 juta dari sebelumnya US300,50 juta, sektor nonmigas justru menjadi penyelamat.

Baca Juga: Dr Andi Parellangi Jabat Direktur Poltekkes Kemenkes Kaltim, Siap Jalankan Program “Lima Pilar Transformasi

"Nilai impor nonmigas Kaltim naik 34,58 persen dari US73,53 juta di Maret menjadi USD98,96 juta pada April," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana. Data itu mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas di sektor non-energi yang membutuhkan pasokan dari luar.

Tak hanya secara bulanan, kinerja impor Kaltim juga ciamik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Pada April 2025, nilai impor Kaltim tercatat naik 11,01 persen dibanding April 2024," sambung Yusniar.

Peningkatan tahunan tersebut ditopang oleh kenaikan di kedua sektor, baik migas maupun nonmigas. Impor migas naik 11,47 persen, sementara nonmigas tak kalah, tumbuh 9,74 persen.

Baca Juga: Meski Ekspor Kaltim Turun, Tiga Pelabuhan Ini Tetap Berjaya

Lonjakan impor migas secara tahunan disebabkan oleh naiknya permintaan minyak mentah dan gas. Impor minyak mentah melambung 43,93 persen, dan gas pun tak ketinggalan, naik 41,64 persen.

Sayangnya, impor hasil minyak justru menurun 20,47 persen, menunjukkan pergeseran kebutuhan di sektor energi Kaltim. Dengan data tersebut, geliat ekonomi Kaltim terlihat cukup dinamis, terutama dengan dorongan kuat dari sektor nonmigas. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Nonmigas #impor