KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pariwisata Kalimantan Timur semakin menunjukkan tajinya! Terungkap bahwa Paser menjadi magnet utama bagi para pelancong domestik. Pada April 2025, perjalanan wisata yang menjadikan Paser sebagai tujuan melonjak drastis, mencatat pertumbuhan tertinggi dibanding April 2024.
“Jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota tujuan, maka April 2025 pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dibandingkan dengan April 2024 adalah perjalanan menuju Paser, mencapai 64,77 persen,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Kabar baiknya, hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim merasakan manisnya peningkatan kunjungan wisnus sebagai tujuan. Balikpapan mencatat pertumbuhan impresif sebesar 57,92 persen, diikuti Penajam Paser Utara dengan 51,29 persen.
Berau juga tidak kalah, melesat 43,58 persen, sementara Samarinda sebagai ibu kota membukukan kenaikan 42,00 persen. Daerah lain yang turut meramaikan geliat pariwisata adalah Kutai Kartanegara.
“Dengan pertumbuhan 40,37 persen, Bontang 39,47 persen, Kutai Timur 20,08 persen, dan Kutai Barat 18,62 persen. Menunjukkan pemerataan kunjungan wisnus di hampir seluruh wilayah Kaltim,” jelas Yusniar.
Namun, di tengah euforia ini, ada satu daerah yang mengalami penurunan. Mahakam Ulu justru mencatat penurunan perjalanan wisnus sebagai tujuan, sebesar 40,91 persen pada April 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pelaku pariwisata di sana.
Jika melihat secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2025, tren positif Paser semakin kokoh. Kabupaten dengan julukan Bumi Daya Taka itu tercatat sebagai daerah tujuan dengan pertumbuhan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, mencapai 58,09 persen.
Tak jauh berbeda, Penajam Paser Utara dan Balikpapan juga menunjukkan performa ciamik dengan pertumbuhan kumulatif masing-masing 53,63 persen dan 48,40 persen.
Peningkatan signifikan juga dicatatkan oleh Samarinda. “Yaitu 42,23 persen, Kutai Kartanegara (40,56 persen), Bontang (40,37 persen), Berau (30,89 persen), Kutai Barat (13,98 persen), dan Kutai Timur (4,31 persen),” sebut Yusniar.
Sayangnya, Mahakam Ulu kembali menjadi satu-satunya daerah yang mengalami penurunan perjalanan wisnus secara kumulatif, sebesar 36,07 persen. Data tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kaltim semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Berbagai upaya promosi dan pengembangan infrastruktur diharapkan dapat semakin menggenjot sektor pariwisata di seluruh daerah, termasuk Mahakam Ulu. Siapkah Kaltim menjadi destinasi favorit nasional? (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo