KALTIMPOST.ID-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan sektor migas nasional masih menjadi tulang punggung penting.
Yakni dalam menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pengapalan ke-10.000 oleh Badak LNG bukan hanya capaian angka. Tetapi bukti nyata kerja kolektif dan kekuatan industri hulu migas nasional dalam menopang perekonomian negeri ini selama hampir lima dekade,” ungkap Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Azhari Idris.
Sebagai simbol keberlanjutan dan kepercayaan global terhadap industri migas Indonesia, pencapaian itu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan operasional selama hampir lima dekade.
Namun juga menjadi bukti nyata bahwa industri hulu migas masih menjadi penopang strategis bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional.
“Kami ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kinerja, dedikasi, dan motivasi luar biasa yang telah dijaga sejak pengapalan pertama menuju Jepang 48 tahun lalu. Pengapalan ke-10.000 ini menjadi bentuk upaya bersama dalam menjaga perekonomian negeri ini,” ujar Azhari.
Ia menambahkan bahwa sektor hulu migas terus bekerja keras mendorong penemuan baru demi menjawab tantangan permintaan energi yang terus meningkat.
Salah satu bukti nyata adalah penemuan potensi gas di North Ganal oleh ENI pada 2023, yang memperkuat keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki sumber daya alam yang sangat atraktif dan kompetitif di mata investor global.
“Itu menjadi tugas bersama kita agar industri hulu migas terus memberikan kontribusi nyata kepada negara ini. Dengan adanya penemuan seperti North Ganal, kami optimistis bahwa masa depan energi Indonesia tetap cerah dan menjanjikan,” jelasnya.
Pengapalan LNG ke-10.000 kali ini dilakukan oleh kapal Vivirt City LNG dengan kapasitas 158.000 meter kubik menuju Filipina.
Itu menjadi pencapaian bersejarah sejak pengapalan perdana dilakukan pada 9 Agustus 1977 oleh kapal LNG Aquarius ke Senboku, Jepang.
Plt Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho menambahkan, keberhasilan itu adalah hasil sinergi dan komitmen semua pihak.
Ia menyampaikan bahwa saat ini Badak LNG tengah menyiapkan reaktivasi Train F untuk menyambut pasokan gas baru dari North Ganal.
“Pengapalan LNG ke-10.000 merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh insan Badak LNG dan stakeholder. Hidupnya kembali Train F akan menjadi tonggak penting dalam keberlanjutan industri LNG nasional,” tuturnya.
Dengan momentum itu, Badak LNG tidak hanya mencatatkan sejarah baru. Namun juga menegaskan perannya sebagai bagian dari sistem energi nasional yang andal, berkelanjutan, dan diminati pasar internasional.
Adapun Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan harapan agar Badak LNG terus menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami bangga menyaksikan momen ini. Semoga operasional Train F nantinya bisa berlangsung dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bontang,” kata Neni. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.