BALIKPAPAN - Suasana Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan tampak lebih semarak dari biasanya. Selama tiga hari, 20–22 Juni 2025, Kota Minyak ini menjadi tuan rumah salah satu gelaran pameran kewirausahaan terbesar nasional, Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2025, yang mengusung semangat “Energizing Entrepreneurship”.
Acara ini bukan sekadar ajang promosi usaha waralaba, namun juga momentum penting dalam membangkitkan semangat berwirausaha masyarakat Indonesia. Dari pensiunan, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga generasi muda yang baru memulai langkah kariernya, semuanya mendapatkan ruang untuk melihat langsung beragam peluang bisnis yang praktis, terjangkau, dan relevan.
“Pameran ini terbuka untuk semua kalangan. Kami ingin membuka pintu bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis, tak terkecuali para pensiunan, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan generasi muda yang sedang mencari jalur karir mandiri melalui wirausaha,” ungkap Ferdy Ferdianto, Head of Public Relations PT Neo Expo Promosindo penyelenggara kegiatan, Jumat (20/6).
Lebih dari 67 brand hadir meramaikan pameran. Mulai dari ritel seperti Alfamart, Indomaret, dan Depo Air Minum Biru, hingga segmen kuliner yang menggoda selera seperti Ayam Gepuk Pak Gembus, Minang Sepakat, Nasi Goreng Lidah Mertua, dan Kopi Sewindu. Bahkan brand makanan kekinian seperti Turkish Pizza, Oppa Kimbab, hingga O-Sreng juga ikut menawarkan model kemitraan yang fleksibel dan menjanjikan. Modal bahkan kurang dari Rp 50 juta pun sudah bisa membuka usaha.
Tak ketinggalan sektor kecantikan dan otomotif yang juga ikut unjuk gigi. Mash Moshem Indonesia, Skinnedia, Barbershop Luvinza, dan usaha cuci kendaraan modern menjadi opsi menarik yang bisa dijajaki pengunjung pameran.
Pembukaan IFBC 2025 ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag RI Septo Soepriyanto, dan Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan Nenny Dwi Winahyu, disaksikan oleh sejumlah asosiasi lokal seperti HIPMI, IWAPI, TDA, dan APINDO Balikpapan.
“Program-program yang kami sajikan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata. Tujuan kami adalah memperluas jejaring bisnis para peserta dan pengunjung. Dengan koneksi yang kuat, bisnis akan lebih mudah tumbuh dan berkembang,” terang Ferdy.
Pameran IFBC 2025 juga dipenuhi dengan kegiatan seminar dan diskusi interaktif yang mengupas tema-tema penting dunia usaha. Topik seperti “Strategi Investasi Cerdas” di sektor F&B, “Bisnis & Investasi dalam Perspektif Islam”, hingga “Wirausaha Purnabakti” menjadi sorotan utama yang memberi bekal praktis kepada para pengunjung.
Bagi generasi muda yang baru akan memulai, sesi bertema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda di Era Digital” bersama HIPMI Balikpapan menjadi tempat belajar dan menginspirasi. Sementara itu, sesi kolaboratif bersama STIE Madani Balikpapan bertajuk “Sociopreneur Muda: Menciptakan Bisnis yang Inovatif dan Berkelanjutan” menghadirkan ruang diskusi yang mendalam mengenai bisnis sosial yang berdampak panjang.
Menurut Ferdy, IFBC Balikpapan tidak hanya menjadi ajang transaksi atau showcase produk, namun juga motor penggerak lahirnya wirausaha baru di Indonesia. “Kami ingin pameran ini menjadi motor penyemangat tumbuhnya wirausaha nasional yang adaptif dan progresif,” ujarnya.
Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, lembaga, dan komunitas pengusaha lokal IFBC 2025 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
"Jadi bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya yang ingin mencari ide bisnis atau membangun kemitraan strategis, IFBC 2025 adalah tempat yang tepat," pungkasnya. Pameran ini dibuka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WITA, dan gratis untuk umum.
Editor : Muhammad Ridhuan