Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kontribusi Bank Indonesia Balikpapan Bantu UMKM Naik Kelas, Sinergikan Digitalisasi, Zona Kuliner Halal dan Ekonomi Syariah

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Juni 2025 | 21:02 WIB

 

INISIATIF: Bank Indonesia menginisiasi pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) di kawasan Taman Bekapai, sebagai destinasi wisata kuliner halal pertama di Balikpapan. 
INISIATIF: Bank Indonesia menginisiasi pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) di kawasan Taman Bekapai, sebagai destinasi wisata kuliner halal pertama di Balikpapan. 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus berusaha memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi lokal.

Berbagai program dan kegiatan strategis telah diluncurkan sepanjang 2025 guna mendorong UMKM “naik kelas” secara berkelanjutan. Transformasi UMKM menjadi agenda utama Bank Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dan penguatan sektor ekonomi syariah.

“UMKM bukan hanya tulang punggung ekonomi, tapi juga fondasi inklusi keuangan nasional. Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM, khususnya dari sisi digitalisasi, literasi keuangan, hingga sertifikasi halal agar mereka siap bersaing,” terang Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi, kemarin (24/6).

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui pelatihan digitalisasi dan onboarding UMKM pada 5–7 Mei 2025 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 70 UMKM dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Wilker KPw BI Balikpapan. Pelatihan ini mencakup strategi pemasaran online, pengelolaan keuangan digital, hingga penggunaan platform e-commerce.

“Saat ini kami sedang menjalankan tahap pendampingan sebagai kelanjutan dari pelatihan tersebut. Kami ingin memastikan ilmu yang diberikan dapat langsung diterapkan, bukan sekadar seremoni,” tambah Robi.

Tak hanya fokus pada pelatihan, Bank Indonesia juga menggandeng Pemkot Balikpapan dan Kementerian Agama untuk menginisiasi pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di kawasan Taman Bekapai, sebagai destinasi wisata kuliner halal pertama di Balikpapan.

Program ini melibatkan sinergi lintas instansi seperti Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan, Dinas Pariwisata, DKUMKMP, Dinas Kesehatan, DLH, Dinas PU hingga DPR. “Zona KHAS bukan sekadar label halal, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan kuliner yang bersih, higienis, sehat, dan berkualitas. Ini juga menjadi daya tarik baru wisata kuliner Balikpapan,” kata Robi.

Salah satu langkah konkret dalam inisiatif ini adalah pendampingan sertifikasi halal dan pelatihan higienitas bagi pelaku UMKM yang berdagang di sekitar Taman Bekapai. Diharapkan, program ini dapat mendukung penguatan sektor pariwisata sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai puncak rangkaian pengembangan ekonomi syariah, KPwBI Balikpapan juga menyelenggarakan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2025. Dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Optimalisasi Pengelolaan Wakaf dan Sertifikasi Produk Halal, PESAN 2025 menjadi ajang literasi, showcase, dan kolaborasi lintas sektor.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari talkshow, kompetisi dakwah ekonomi syariah, coaching clinic pengelolaan wakaf, hingga pelatihan public speaking bagi generasi muda. Sebanyak 13 UMKM dari komunitas IKRA akan menampilkan produk makanan dan fashion dalam sesi showcase UMKM, serta akan ada booth khusus pembiayaan syariah.

Selain itu, kegiatan Gerakan Sadar Wakaf mengedukasi masyarakat soal pentingnya wakaf produktif dan digitalisasi dalam pengelolaannya. “PESAN 2025 kami harapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi syariah dari Balikpapan, PPU, dan Paser untuk Indonesia. Inilah saatnya potensi lokal disinergikan dengan semangat kolaboratif demi membangun ekonomi umat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Robi.

Program-program strategis yang digagas Bank Indonesia Balikpapan pada 2025 ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh. Pendampingan UMKM, pengembangan destinasi kuliner halal, hingga penguatan ekonomi syariah merupakan upaya nyata untuk menjawab tantangan zaman.

“Kunci dari semua ini adalah kolaborasi. Kami percaya bahwa dengan keterlibatan semua pihak pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat maka ekonomi daerah akan tumbuh inklusif, kuat, dan adaptif,” pungkas Robi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bank indonesia #perekonomian daerah #umkm