KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan I 2025 terpantau mengalami moderasi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa perlambatan dipicu oleh pelemahan ekspor dan investasi. Meski konsumsi rumah tangga tetap memberikan angin segar bagi pertumbuhan daerah.
“Dari sisi pengeluaran, ekspor dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih menjadi tulang punggung perekonomian Kaltim. Namun, keduanya tumbuh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Budi.
Net ekspor tercatat menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim dengan pangsa 43,23 persen. Disusul PMTB sebesar 35,20 persen, konsumsi rumah tangga 17,55 persen, dan konsumsi pemerintah 3,48 persen.
Namun, Budi menegaskan bahwa turunnya permintaan batu bara dari Tiongkok, yang selama ini menjadi mitra dagang utama, turut menekan performa ekspor Kaltim. “Tak hanya batu bara, ekspor CPO juga menurun akibat keterbatasan pasokan tandan buah segar (TBS), yang terganggu karena curah hujan tinggi di awal tahun,” terangnya.
Di sisi lain, PMTB juga menunjukkan tren melambat. Sejalan dengan penurunan aktivitas konstruksi, terutama yang berkaitan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulai memasuki fase moderat.
Meskipun dua komponen utama tersebut mengalami tekanan, konsumsi rumah tangga justru menunjukkan tren menggembirakan. Menurut Budi, meningkatnya konsumsi masyarakat selama momen Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas di sektor perdagangan.
Baca Juga: Baru Triwulan I, Ekonomi Kaltim Sudah Cetak Rekor Pertumbuhan
Secara kontribusi, net ekspor masih memberikan andil pertumbuhan terbesar yakni 2,62 persen (year-on-year/yoy), diikuti oleh konsumsi rumah tangga sebesar 0,77 persen (yoy), dan PMTB dengan kontribusi 0,15 persen (yoy).
“Ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat mulai menguat kembali, yang tercermin dari membaiknya sektor perdagangan dan konsumsi,” tambah Budi. (*)
Editor : Ery Supriyadi