KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aktivitas impor Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan perlambatan signifikan pada triwulan I 2025. Kinerja impor nonmigas, terutama barang modal dan bahan baku, tercatat menurun tajam, seiring dengan melambatnya sektor konstruksi dan investasi fisik.
Komponen impor Kaltim tercatat tumbuh 7,41 persen (yoy) pada triwulan I 2025. Angkanya menurun dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 8,40 persen (yoy).
“Perlambatan terutama terjadi pada volume impor nonmigas yang hanya tumbuh 10,66 persen, padahal sebelumnya mencapai 21,92 persen (yoy),” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto.
Baca Juga: Harga Naik, Tapi Ekspor Gas dan Sawit Kaltim Malah Anjlok, Kok Bisa
Jika dilihat berdasarkan kelompok barang, penurunan tajam terjadi pada bahan baku dan barang modal. Adanya penyesuaian aktivitas konstruksi dan investasi di Kaltim.
Secara rinci, volume impor bahan baku Kaltim yang semula tumbuh luar biasa sebesar 88,16 persen (yoy) pada triwulan IV 2024, kini hanya mencatatkan pertumbuhan 29,24 persen (yoy).
“Sementara itu, volume impor barang modal bahkan anjlok hingga -43,60 persen (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan positif 14,20 persen (yoy) pada periode sebelumnya,” sambung Budi.
Budi menjelaskan, penurunan impor sejalan dengan kinerja komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan Lapangan Usaha (LU) Konstruksi yang memang menunjukkan tren melambat sejak awal tahun.
Baca Juga: Tiongkok Tahan Batu Bara, Ekonomi Kaltim Tetap Jalan Berkat Momen Ini
“Bahan baku dan barang modal seperti semen serta besi baja, yang selama ini diimpor untuk mendukung pembangunan, kini volumenya menyusut,” ujarnya.
Fenomena ini, kata Budi, bukan hanya mencerminkan pelemahan aktivitas konstruksi di daerah, tapi juga menjadi sinyal bahwa sektor investasi fisik seperti pembangunan infrastruktur, termasuk proyek-proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai masuk dalam fase moderat atau melandai. (*)
Editor : Muhammad Rizki