KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kaltim terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian perempuan, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui berbagai program pemberdayaan, organisasi ini fokus pada penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Aktif memberikan pendampingan, pelatihan, dan edukasi kepada para perempuan yang tertarik memulai atau mengembangkan usaha. Menurut Ketua Iwapi Kaltim Ernawaty Gafar, banyak perempuan di Kaltim yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi keterbatasan akses, baik dari sisi informasi, jejaring, hingga permodalan.
“Kami ingin membangkitkan semangat perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi. Iwapi hadir sebagai rumah bersama untuk berbagi ilmu, membangun jaringan, dan membuka akses ke berbagai peluang usaha,” kata Ernawaty, kemarin (25/6).
Salah satu langkah strategis yang didorong Iwapi adalah mengajak para anggota maupun perempuan umum yang memiliki modal untuk mempertimbangkan peluang usaha waralaba atau franchise. Menurut Ernawaty, waralaba bisa menjadi solusi bagi yang ingin memulai bisnis dengan konsep dan sistem yang sudah terbukti berhasil.
“Franchise memberikan kemudahan bagi yang ingin langsung jalan tanpa harus mulai dari nol. Ini cocok bagi ibu-ibu yang punya modal tapi bingung memulai dari mana,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pelaku usaha yang sudah berjalan, Iwapi Kaltim juga gencar mendorong munculnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan ibu rumah tangga, perempuan muda, hingga mantan pekerja informal yang terdampak pandemi.
Dengan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam dunia usaha, Ernawaty optimistis hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja bagi perempuan lain di sekitarnya.
“Saat seorang perempuan sukses membangun usahanya, dampaknya tidak berhenti di dirinya sendiri. Ia bisa menciptakan lapangan kerja bagi perempuan lain, tetangga, bahkan keluarga,” tambahnya.
Iwapi Kaltim juga mengusung misi menjadikan perempuan bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi yang inklusif. Dengan memperluas akses literasi bisnis dan teknologi, Iwapi berharap makin banyak perempuan Kaltim yang mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Dan dari keluarga yang kuat, kita membangun ekonomi daerah yang tangguh,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo