Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Penipuan Digital! OJK Ingatkan Masyarakat Tak Lengah, AI Kini Jadi Alat Kejahatan

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 27 Juni 2025 | 15:03 WIB
MENJEBAK: Kecerdasan buatan (AI) kini mulai dimanfaatkan pelaku penipuan untuk menjebak korban.
MENJEBAK: Kecerdasan buatan (AI) kini mulai dimanfaatkan pelaku penipuan untuk menjebak korban.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dari penelusuran terbaru Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), tren penipuan mengalami peningkatan signifikan, seiring makin canggihnya teknologi yang digunakan pelaku.

Dijelaskan Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman, terutama yang terkait dengan penipuan digital (melalui media digital seperti WhatsApp, Instagram, Telegram, Tik-Tok, SMS, email, dan website).

Dia juga menyebut bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) kini mulai dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk menjebak korban. AI digunakan untuk meniru suara, wajah, bahkan membuat percakapan yang tampak meyakinkan. Sehingga semakin meningkatkan risiko kerugian.

Dana yang hilang dari korban penipuan berpindah sangat cepat, sehingga kecepatan korban dalam melapor menjadi krusial. "Ditemukan fakta bahwa hilangnya dana korban penipuan relatif sangat cepat, sehingga kecepatan penyampaian laporan korban ke IASC sangat diharapkan. Hal ini diperlukan sebagai salah satu upaya untuk penyelamatkan sisa dana korban," imbaunya.

Lebih lanjut, IASC menemukan bahwa pelaku penipuan kerap menyasar kondisi emosional dan psikologis korban. Berikut beberapa situasi yang kerap dimanfaatkan:

Ketidaktahuan: Korban ditipu dengan penawaran investasi ilegal atau produk yang tidak berizin.

Kekhawatiran: Penipu mengaku sebagai pihak berwajib yang menyampaikan informasi palsu seperti kecelakaan keluarga atau utang pajak.

Kesepian: Modus love scam, di mana pelaku berpura-pura jatuh cinta untuk menggiring korban mengirim uang.

Keserakahan: Janji keuntungan besar dalam waktu singkat, padahal skemanya tak masuk akal (seperti skema ponzi).

Kesedihan: Penipuan berkedok donasi bencana atau penyakit.

Kebosanan: Penipuan tiket konser dan travel palsu.

Semua itu dimanfaatkan pelaku agar korban tidak berpikir rasional dan langsung bereaksi. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan untuk segera melapor ke website IASC di http://iasc.ojk.go.id

"Masyarakat yang menjadi korban penipuan untuk dapat segera menyampaikan laporan melalui website IASC dengan melampirkan data dan dokumen bukti terkait," pungkasnya.

Dengan meningkatnya kecanggihan modus penipuan, masyarakat dituntut untuk lebih bijak, kritis, dan tidak mudah percaya terhadap informasi digital yang diterima dari sumber tak jelas. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ojk #kecerdasan buatan #penipuan digital #teknologi #ai #penipuan