KALTIMPOS.ID, SAMARINDA – Realisasi belanja pemerintah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) pada triwulan I 2025 tercatat mengalami penurunan tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa penurunan terjadi pada hampir seluruh jenis belanja, terutama belanja modal dan operasional.
"Realisasi belanja daerah tercatat Rp1,01 triliun, turun 53,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan I 2024," jelas Budi. Ia menambahkan, pelemahan tak lepas dari belum terealisasinya komponen belanja transfer, serta tertundanya sejumlah proyek pengadaan infrastruktur.
Yang paling mencolok adalah turunnya realisasi belanja modal yang hanya mencapai Rp11,52 miliar. Terjun bebas hingga 92,84 persen dibandingkan dengan capaian pada triwulan I tahun lalu. Penurunan disebabkan keterlambatan pengadaan, termasuk untuk pembangunan infrastruktur strategis.
Sementara itu, belanja operasional turut mencatatkan pelemahan signifikan. Realisasinya turun 20,85 persen, dari Rp1,26 triliun pada triwulan I 2024 menjadi Rp998,93 miliar atau hanya 8,73 persen dari pagu anggaran 2025. Penurunan terjadi merata di seluruh jenis belanja operasional, termasuk belanja barang, pegawai, dan hibah.
Meski begitu, dari sisi porsi, belanja operasional masih mendominasi struktur belanja daerah. Pangsa realisasi belanja operasional mencapai 98,86 persen dari total realisasi belanja daerah. Budi menjelaskan, tingginya proporsi itu juga mencerminkan minimnya realisasi pada jenis belanja lain, seperti belanja barang yang turut terdampak kebijakan refocusing anggaran di awal tahun.
“Kebijakan refocusing berdampak pada penghematan berbagai kegiatan, termasuk perjalanan dinas dan pengadaan barang,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani