KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif sepanjang 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, produksi padi dan beras mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Didukung oleh bertambahnya luas panen serta perubahan pola musim panen.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi pada 2024 mencapai 63,04 ribu hektare. “Luas ini naik 5,96 ribu hektare atau 10,44 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya 57,08 ribu hektare,” jelas Yusniar.
Dia menambahkan, tren panen padi di 2024 mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya puncak panen terjadi pada Maret (seperti di 2023 dengan 15,35 ribu hektare), pada 2024 puncaknya bergeser ke bulan September dengan luas panen mencapai 19,13 ribu hektare.
“Perubahan puncak panen dipengaruhi oleh pola tanam dan kondisi cuaca yang turut memengaruhi masa tanam dan panen,” terang Yusniar.
Sementara itu, untuk awal 2025, potensi panen juga menunjukkan tren peningkatan. Luas panen pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,21 ribu hektare, dan potensi panen dari Februari hingga April diperkirakan mencapai 28,98 ribu hektare. Dengan demikian, total luas panen pada periode Januari–April 2025 diprediksi sebesar 29,19 ribu hektare.
“Angka tersebut naik sekitar 5,00 ribu hektare atau 20,65 persen dibanding periode Januari–April 2024 yang hanya 24,19 ribu hektare,” tambahnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo