Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Realisasi Dana Desa di Kaltim Lambat, Baru 9 Persen yang Dibelanjakan dari Anggaran Rp 810,05 Miliar

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 1 Juli 2025 | 20:30 WIB
Keuangan
Keuangan

KALTIMPOST.ID-Hingga triwulan I 2025, realisasi transfer ke daerah (TKD) di Kaltim menunjukkan capaian positif.

Itu mencerminkan meningkatnya dukungan fiskal dari pemerintah pusat ke daerah. Namun, di sisi lain, laju realisasi dana desa (DD) justru masih berjalan lambat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menyampaikan realisasi TKD sampai akhir Maret 2025 mencapai Rp 8,18 triliun.

Angka itu setara 21,32 persen dari pagu TKD 2025 yang ditetapkan Rp38,41 triliun. Dibandingkan periode yang sama pada 2024, capaian itu mengalami peningkatan signifikan.

“Didorong oleh peningkatan DAK (dana alokasi khusus) non-fisik dan DBH (dana bagi hasil),” jelas Budi dalam keterangannya, Selasa (1/7).

Dia menyebut, DAK non-fisik tumbuh 35,50 persen (yoy). Sedangkan DBH meningkat 15,51 persen (yoy).

Peningkatan realisasi transfer itu menjadi sinyal positif karena memberikan ruang fiskal tambahan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas.

Termasuk untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Namun demikian, Budi menggarisbawahi bahwa realisasi DD belum menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Dari total pagu Rp 810,05 miliar untuk 841 desa di tujuh kabupaten di Kaltim, hingga triwulan I baru terealisasi sebesar Rp 78,12 miliar atau 9,64 persen.

Padahal DD merupakan salah satu instrumen fiskal penting untuk mendukung pembangunan berbasis komunitas dan pemulihan ekonomi lokal. Terutama di wilayah pedesaan.

Secara spasial, Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan realisasi tertinggi. “Mencapai 31,34 persen atau Rp 9,24 miliar dari total alokasi kabupaten tersebut. Disusul Kukar (Kutai Kartanegara) dengan realisasi 26,25 persen atau sekitar Rp 52,64 miliar,” terangnya.

Sementara itu, kabupaten lainnya seperti Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Paser, dan Mahakam Ulu masih mencatatkan realisasi di bawah rata-rata provinsi.

Yakni Paser yang hanya 6,07 persen, lalu Kutai Timur 5,33 persen. Kemudian Berau 0,67 persen. Sedangkan Mahakam Ulu dan Kutai Barat sama-sama masih belum teralokasi. (rd)

 

RADEN RORO MIRA

Editor : Romdani.
#Belanja Daerah 2025 #realisasi anggaran #belanja pemerintah #Dana Desa (DD) #berita viral