KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, peluang ekspor justru dinilai masih terbuka lebar. Bank Indonesia memanfaatkan momentum ini dengan menggulirkan Export Kaltimpreneurs 2025, sebuah program akselerasi ekspor bagi UMKM Kalimantan Timur yang resmi dibuka di Balikpapan, Senin (30/6).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa penguatan sektor usaha non-migas seperti UMKM merupakan langkah strategis dalam mendorong ketahanan dan keberlanjutan ekonomi Kalimantan Timur.
“Selama ini, ekonomi Kaltim sangat bergantung pada migas, batu bara, dan perkebunan. Sudah saatnya kita dorong sektor alternatif yang berkelanjutan. UMKM punya potensi besar untuk menembus pasar ekspor, apalagi saat ini tren ekonomi global bergerak ke arah green economy dan pemberdayaan usaha kecil,” ujar Robi dalam sambutannya.
Program Export Kaltimpreneurs telah dilaksanakan sejak 2021 secara berkala. Hingga 2024, tercatat 78 UMKM binaan telah berhasil menembus pasar ekspor ke Asia, Eropa, dan Amerika, dengan nilai transaksi mencapai USD 2,8 juta.
Tahun ini, program diperluas dengan melibatkan 25 pelaku UMKM terpilih dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Mereka akan menjalani pelatihan intensif selama tiga hari, mulai dari kelas ekspor pemula, strategi produk ekspor, hingga sesi business matching dengan calon pembeli luar negeri.
“Materinya komprehensif, mulai dari perencanaan ekspor, dokumen kepabeanan, hingga bagaimana menavigasi tantangan di pasar global. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari strategi besar membangun UMKM yang tangguh dan mendunia,” jelas Robi.
Puncak dari program ini adalah fasilitasi bagi UMKM terbaik untuk tampil di ajang Trade Expo Indonesia 2025, sebagai upaya konkret mempertemukan pelaku lokal dengan pasar internasional.
Bank Indonesia menegaskan, Export Kaltimpreneurs 2025 bukan hanya program ekonomi, tapi juga bentuk kolaborasi strategis lintas wilayah antara BI Balikpapan, BI Kaltim, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin UMKM Kaltim tidak hanya kuat di pasar lokal, tapi juga menjadi pemain global. Program ini adalah batu loncatan untuk itu,” tutup Robi. (*)
Editor : Ismet Rifani