Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Migas Merugi, tapi Kaltim Tetap Cuan, Neraca Dagang Surplus USD1,25 Miliar, Intip Sektor yang Jadi Andalan

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 9 Juli 2025 | 12:14 WIB
SIGNIFIKAN: Neraca perdagangan surplus. Seluruhnya ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan angka ekspor jauh melampaui impornya.
SIGNIFIKAN: Neraca perdagangan surplus. Seluruhnya ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan angka ekspor jauh melampaui impornya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Timur kembali mencatatkan tren positif.

Meski sektor migas terus mengalami defisit, kuatnya ekspor nonmigas mendorong neraca perdagangan Mei 2025 tetap surplus signifikan.

Berdasarkan data resmi, neraca perdagangan Kaltim pada Mei 2025 mengalami surplus USD1.255,50 juta. Surplus itu seluruhnya ditopang kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan angka ekspor jauh melampaui impornya.

“Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus sebesar USD1.440,26 juta, sebaliknya sektor migas tercatat defisit sebesar USD184,76 juta,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.

Kondisi itu menunjukkan bahwa sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung perdagangan Kaltim. Komoditas seperti batu bara dan CPO (minyak sawit mentah) masih dominan menopang nilai ekspor.

Sementara di sektor migas, tren defisit berlanjut. Selama Januari sampai Mei 2025, sektor migas mengalami defisit USD690,83 juta.

Sebaliknya, sektor nonmigas mengalami surplus USD7.072,91 juta dalam periode yang sama.

“Sehingga secara total kumulatif, neraca perdagangan Kaltim selama Januari-Mei 2025 mengalami surplus sebesar USD6.382,08 juta,” sambung Yusniar.

Jika dilihat secara bulanan, ekspor total pada Mei 2025 mencapai USD1.671,54 juta, terdiri dari ekspor migas USD151,36 juta dan ekspor nonmigas USD1.520,18 juta.

Di sisi lain, total impor tercatat USD416,04 juta, dengan impor migas USD336,12 juta dan nonmigas USD79,92 juta.

Editor : Dwi Restu A
#neraca dagang #kaltim #migas