KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara untuk mendorong ekonomi hijau tak hanya berhenti di tataran kebijakan. Lembaga itu kini mulai membangun ekosistem pembiayaan berbasis pertanian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, koperasi, perbankan, hingga lembaga penjaminan kredit.
Melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), OJK menetapkan budidaya pisang di Kutai Timur (Kutim) sebagai proyek percontohan dalam mendorong pembiayaan ramah lingkungan.
“Kami di kantor OJK Kaltim-Kaltara juga menganalisa kira-kira komoditas apa yang bisa kita kembangkan, yang bisa mendorong perekonomian daerah. Terutama masyarakat yang bergerak di bidang UMKM. Dari hasil analisa itu, kami mengarah ke komoditas hortikultura, salah satunya pisang,” terang Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Parjiman atau biasa disapa Jimmy.
Model yang dibangun pihaknya bukan sekadar pembiayaan tunggal, tetapi ekosistem tertutup (closed loop ecosystem). Dalam sistem itu, petani sebagai produsen akan langsung terhubung dengan pembeli atau koperasi sebagai penampung, serta bank penyalur kredit yang dijamin oleh lembaga penjamin.
“Kami membentuk suatu ekosistem, di mana selain perbankan sebagai pihak yang memiliki dana, juga ada petani, sudah ada yang membeli, sudah ada koperasi yang menampung hasil produksi. Kemudian juga ada penjaminnya,” jelasnya.
Proyek perdana itu akan dimulai dengan perluasan lahan budidaya pisang seluas 200 hektare di Kutai Timur (Kutim). Jimmy menyebut sebagian hasil produksi akan ditujukan untuk ekspor, membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis ekspor hijau. Sehingga diharapkan tak lagi menjadikan pertambangan sebagai tulang punggung perekonomian Bumi Etam.
“Ekosistemnya sudah terbentuk. Sudah ada pembelinya. Dan hasilnya nanti akan diekspor sebagian. Kami berharap lebih banyak bank yang turun serta sehingga lebih banyak lagi petani yang bisa memanfaatkan fasilitas itu,” ujarnya.
Kerjasama tersebut yakni dengan Koperasi Taruna Bina Mandiri (TBM) di Kaubun, Kutim. Menyasar dan menghimpun petani produktif untuk perluasan lahan. Koperasi tersebut juga sudah berhasil ekspor pisang ke berbagai negara.
Ke depan, OJK berencana memperluas model ekosistem itu ke wilayah lain di Kaltim-Kaltara, menyesuaikan potensi komoditas unggulan lokal. Diharapkan, pendekatan tersebut dapat menjadi jawaban atas tantangan akses pembiayaan sektor UMKM sekaligus memperkuat fondasi ekonomi hijau di daerah. (*)
Editor : Duito Susanto