KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penajam Paser Utara (PPU) menjadi tujuan wisata domestik paling menarik di Kalimantan Timur sepanjang Mei 2025. Berdasarkan data terbaru, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke PPU melonjak hingga 77,64 persen dibandingkan Mei tahun lalu.
Lonjakan itu menjadikan PPU sebagai kabupaten dengan pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi di Kaltim bulan tersebut.
“Jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota tujuan, maka pada Mei 2025 pertumbuhan perjalanan wisata nusantara tertinggi dibandingkan dengan Mei 2024 adalah perjalanan menuju Penajam Paser Utara (77,64 persen),” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Paser menempati posisi kedua dengan kenaikan 64,53 persen. Kemudian disusul Kutai Kartanegara (49,99 persen), Samarinda (38,63 persen), dan Bontang (38,30 persen). Lima besar tersebut menandakan pergeseran destinasi favorit wisnus di Kaltim, dengan PPU dan Paser mendominasi.
Sementara itu, daerah-daerah seperti Mahakam Ulu (34,74 persen), Kutai Timur (34,36 persen), dan Berau (24,46 persen) juga menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan. Namun, Kutai Barat (13,60 persen) dan Balikpapan (1,52 persen) mencatat peningkatan paling kecil pada Mei 2025.
Dari sisi akumulasi Januari hingga Mei 2025, tren serupa masih terlihat. Paser kembali menjadi daerah dengan pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi, mencapai 59,23 persen. Posisi kedua tetap ditempati oleh PPU dengan 57,93 persen, lalu Kutai Kartanegara sebesar 42,35 persen.
“Secara kumulatif sepanjang periode Januari-Mei 2025, berdasarkan daerah tujuan, Paser tercatat menjadi kabupaten dengan pertumbuhan jumlah perjalanan wisnus tertinggi,” terang Yusniar.
Destinasi kota besar seperti Samarinda (41,50 persen), Bontang (39,97 persen), dan Balikpapan (38,55 persen) juga menunjukkan performa stabil. Adapun Berau naik 29,71 persen, Kutai Barat 13,91 persen, dan Kutai Timur 9,11 persen.
Namun, satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan adalah Mahakam Ulu. Kabupaten paling barat di Kaltim itu justru menyusut 27,39 persen dalam periode Januari-Mei 2025. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo