Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dua Kota Ini Serap Hampir Setengah Kredit Kaltim, Daerah Lain Cuma Kebagian Sisa

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 20 Juli 2025 | 13:04 WIB
Kepala KPw BI Kaltim - Budi Widihartanto
Kepala KPw BI Kaltim - Budi Widihartanto

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Penyaluran kredit di Kalimantan Timur pada triwulan I 2025 mencatatkan pertumbuhan positif, baik secara sektoral maupun spasial.

Dari sisi wilayah, sebagian besar kabupaten atau kota di Kaltim mengalami pertumbuhan penyaluran kredit yang menggembirakan.

“Kabupaten atau kota dengan pertumbuhan kredit tertinggi di triwulan I 2025 adalah Berau, tercatat sebesar 26,63 persen (yoy), disusul Kabupaten Kutai Timur dengan 13,80 persen (yoy), dan Samarinda sebesar 6,76 persen (yoy),” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Secara nominal, penyaluran kredit terbesar tercatat di Balikpapan, yakni Rp 51,11 miliar, disusul Samarinda Rp 36,89 miliar, dan Berau Rp 29,71 miliar. Ketiga wilayah itu menjadi poros utama distribusi pembiayaan perbankan di Kaltim.

“Penyaluran kredit masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Samarinda. Balikpapan dan Samarinda memiliki porsi penyaluran kredit tertinggi dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya dengan total share kedua kota tersebut mencapai 46,90 persen dari total penyaluran kredit," jelas Budi.

Tak bisa dimungkiri, dominasi Balikpapan dan Samarinda mencerminkan peran keduanya sebagai pusat kegiatan ekonomi di Bumi Etam. Di sisi lain, terdapat wilayah yang mencatatkan kontraksi penyaluran kredit.

"Beberapa wilayah Kaltim lainnya yakni Kutai Barat, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Bontang, tercatat mengalami kontraksi pada triwulan I 2025," imbuhnya.

Secara detail, Kutai Kartanegara terkontraksi 16,07 persen, Bontang -14,57 persen, Kutai Barat 6,67 persen, dan Mahakam Ulu 5,02 persen. Adapun daerah dengan pertumbuhan paling rendah adalah Balikpapan, yang hanya tumbuh 0,96 persen, meski secara nominal masih tertinggi.

Dari sisi risiko, kualitas kredit tetap terjaga. “Risiko kredit kabupaten/kota di Kaltim tercatat relatif rendah dengan NPL terendah berada di Mahakam Ulu (0,02 persen), Berau (0,25 persen), dan Kutai Barat (0,36 persen)," ucap Budi.

Namun, ada satu wilayah yang mencatat NPL tertinggi. Yakni di Penajam Paser Utara, sebesar 2,48 persen (yoy).

Menariknya, meski daerah itu menjadi sorotan nasional karena proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), wilayah itu justru mencatat porsi penyaluran kredit terendah.

“Penajam Paser Utara menempati posisi terendah dalam porsi kredit Kaltim yakni sebesar 0,96 persen," imbuhnya.

Secara keseluruhan, total penyaluran kredit di Kalimantan Timur mencapai Rp 187,665 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 3,03 persen (yoy).

 

Balikpapan: Rp 51.110,79 miliar | 0,96 persen

Samarinda: Rp 36.899,99 miliar | 6,76 persen

Berau: Rp 29.717,72 miliar | 26,63 persen

Kutai Timur: Rp 20.198,47 miliar | 13,80 persen

Kutai Kartanegara: Rp 19.902,28 miliar | -16,07 persen

Kutai Barat: Rp 13.165,78 miliar | -6,67 persen

Bontang: Rp 7.813,30 miliar | -14,57 persen

Paser: Rp 5.030,50 miliar | 2,43 persen

Mahakam Ulu: Rp 2,024,00 miliar | -5,02 persen

Penajam Paser Utara: Rp 1,802,32 miliar | 3,91 persen

Editor : Dwi Restu A
#kredit #berau #Triwulan I #kaltim #kutim