KALTIMPOST.ID, BERAU–Dari olahan camilan pisang, Wardaniah perlahan menapaki jalan menjadi pelaku UMKM. Kini, dia memiliki produk unggulan yang produknya sudah terpajang di lima titik minimarket di Tanjung Redeb, Berau.
Mengusung merek Dapur Rezzi, dia menjadikan pisang tanduk sebagai bahan utama camilan andalan berupa keripik pisang aneka rasa.
Usaha rumahan itu dimulai pada 2018. Saat itu, perempuan yang biasa dipanggil Nia hanya menjual pisang nugget dan pisang crispy secara daring melalui Facebook.
Namun, segalanya mulai berubah pada 2023. Setelah mengikuti berbagai pelatihan usaha, dia berhasil memperoleh legalitas usaha berupa NIB (Nomor Induk Berusaha), PIRT, hingga sertifikat halal.
Momentum itulah yang membuat Nia makin percaya diri untuk memperluas jenis produk dan jangkauan pasar.
“Saya mulai bikin keripik pisang setelah ikut pelatihan-pelatihan itu. Langsung coba titip ke beberapa toko. Dan sekarang ada lima titik penitipan mulai minimarket, toko sampai tempat oleh-oleh,” kata perempuan kelahiran 1991 itu.
Produk yang dititipkan yakni keripik pisang rasa cokelat, tiramisu, hingga green tea. Produksinya memang masih skala rumahan. Tapi soal ritme dan volume, jangan anggap remeh.
Dalam sebulan, Nia bisa menyuplai sekitar 120-130 bungkus ke satu titik. Stok dicek secara berkala, bisa seminggu sekali, sepuluh hari sekali, tergantung kebutuhan. Bahkan jika stok menipis, dia tak ragu untuk langsung memproduksi ulang.
“Kapasitas produksinya menyesuaikan kebutuhan. Kalau stok sedikit, langsung buat keripik baru. Misal sisa 3-5 bungkus, langsung produksi. Jadi fresh. Pakai pisang tanduk, dan itungannya per biji,” jelasnya.
Dalam satu kali produksi, biasanya dia menghabiskan 80 hingga 100 biji pisang. Tapi pernah juga mencapai 226 biji dalam tiga hari kerja untuk memenuhi pesanan sebanyak 250 bungkus.
Pisang tanduk memang dikenal sebagai salah satu pisang yang ukurannya cukup besar. Itu juga yang jadi alasan Nia memilih jenis pisang tersebut. Bahan bakunya untuk di daerah Berau juga masih mudah ditemui.
Sehingga, satu biji pisang tanduk bisa diolah menjadi dua bungkus keripik. Proses produksi dibantu tiga orang.
Membagi tugas mulai khusus mengupas pisang, menggoreng, dan mengemas produk. “Saya bagian yang mengaduk dan nambah topping. Juga nge-packing. Semua masih dari rumah,” ucapnya.
Saat ini, selain menyuplai minimarket, Dapur Rezzi juga masih melayani pesanan online. Wardaniah juga mulai menyusun strategi jangka panjang agar usahanya bisa bertahan dan terus berkembang di tengah ketatnya persaingan keripik pisang yang kian marak.
“Jadi memang ada mau nitip ke toko atau minimarket lain, tapi di sana sudah ada keripik pisang lain. Jadi fokus ke kualitas, mempertahankan yang sudah ada,” ungkapnya.
Usaha olahan pisang lain yakni seperti pisang nugget dan pisang crispy juga masih jalan secara online. Bahkan merambah ke aneka camilan lain seperti tela-tela atau singkong goreng berbumbu. Semua dijajakan secara daring.
“Saya masih merintis pelan-pelan. Tapi ke depan ingin titip produk ke tempat yang lebih banyak lagi. Harapannya bisa makin luas pasarnya,” tutupnya penuh semangat.
Editor : Dwi Restu A