KALTIMPOST.ID-Di tengah dinamika ekonomi daerah dan persaingan global yang semakin ketat. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian termasuk bagi Kota Minyak.
Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan mencatat sebanyak ada 83.000 pelaku UMKM tersebar di seluruh sektor, mulai kuliner, jasa, industri hingga perdagangan.
Untuk memperkuat fondasi itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan bersama pemerintah kota melalui DKUMKMP Balikpapan menandatangani perjanjian kerja sama strategis, Selasa (7/8).
Kolaborasi itu tak hanya berisi wacana, tetapi menyentuh berbagai aspek konkret mulai pendampingan perizinan, sertifikasi halal hingga pengembangan ekspor.
Salah satu program unggulan hasil kerja sama ini nantinya adalah peluncuran 1.000 pengusaha baru yang akan diluncurkan Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
“Program ini kami rancang untuk membentuk generasi pengusaha sejak dini. Sekitar 80 persen peserta adalah mahasiswa, karena kami sadar bahwa menuju visi Indonesia Emas 2045. Anak-anak muda inilah yang harus dibina sejak sekarang,” ungkap Ketua Hipmi Balikpapan Adam Dustin Bhakti kepada awak media.
Adam menegaskan Hipmi tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, kemitraan dengan Pemkot Balikpapan dinilai penting dalam menyediakan akses perizinan, pendampingan legalitas, hingga mempertemukan UMKM dengan perbankan dan investor, termasuk dari luar negeri.
“Kami tengah menjajaki kerja sama dengan pihak dari Dubai. Meski masih tahap uji coba dan melibatkan dua hingga tiga UMKM kuliner dan non-kuliner, potensi kolaborasi ini sangat besar. Fokus kami bukan hanya pengembangan lokal, tetapi juga perluasan ke pasar global,” tambah Adam. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.