Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

83 Ribu UMKM Balikpapan Dibina Naik Kelas, Siap Tatap Pasar Ekspor , Ini Negara-Negara Tujuan...

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 7 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Adam Dustin Bhakti (duduk dua kiri) setelah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan DKUMKMP Balikpapan, Selasa (7/8). (FOTO ULIL/KP)
Adam Dustin Bhakti (duduk dua kiri) setelah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan DKUMKMP Balikpapan, Selasa (7/8). (FOTO ULIL/KP)

KALTIMPOST.ID-Hipmi Balikpapan bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan.

Kerja sama itu untuk menguatkan puluhan ribu pelaku UMKM di Balikpapan agar bisa bersaing di pasar ekspor.

Langkah itu dinilai sebagai bentuk sinergi yang penting dalam mengakselerasi pemberdayaan UMKM secara menyeluruh.

Kepala Bidang Industri Kecil Menengah DKUMKMP Balikpapan Indira Purnamajaya mengungkapkan, bahwa tantangan UMKM saat ini bukan hanya bertahan, tetapi naik kelas.

“Semakin besar skala usaha, semakin kompleks pula perizinan yang diperlukan. Di sinilah peran pemerintah sebagai pendamping. Kami bantu dari NIB, sertifikasi halal, hak cipta, hingga izin edar seperti BPOM dan lainnya untuk ekspor,” jelas Indira.

Dari 83.000 UMKM di Balikpapan, Indira mengakui baru sedikit yang berhasil menembus pasar ekspor, utamanya ke Tiongkok, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Produk yang paling mendominasi adalah udang dan kepiting.

Kendala terbesar dalam memperluas pasar ke Amerika dan Eropa adalah masalah sertifikasi dan kepatuhan terhadap standar ekspor.

“Ekspor ke Eropa dan Amerika memang belum signifikan karena aspek perizinan cukup ketat. Tapi kami terus berupaya, salah satunya dengan mengirim sampel produk ke perwakilan dagang dan memanfaatkan jaringan diaspora,” terang Indira.

Ke depan, program yang diberikan oleh Hipmi seperti pelatihan wirausaha baru dan pemberdayaan itu diharapkan bisa menjadi wadah regenerasi pengusaha lokal yang tak hanya bertahan. tetapi juga mampu bersaing secara nasional dan global.

Dengan sinergi lintas sektor itu, harapannya bukan hanya jumlah UMKM yang bertambah. Tetapi kualitas dan daya saingnya yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“UMKM tidak hanya perlu pendanaan, tapi juga jejaring, strategi pemasaran, dan penguatan branding. Kami hadir untuk memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” pungkas Indira. (rd)

 

ULIL MUAWANAH

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #pengusaha naik kelas #HIPMI Balikpapan #pasar ekspor #pelaku umkm