Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ibu Dua Anak Ini Ungkap Kunci Menuju Financial Freedom: Bukan Gaji, Tapi Mindset

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15:15 WIB
Mia Audina.
Mia Audina.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tidak semua orang berani membuka diri pada perubahan. Tapi tidak demikian dengan Mia Audina. Perempuan kelahiran 1995 ini semula hanya bergantung pada penghasilan dari aktivitas trading.

Namun, titik balik datang ketika dia memutuskan untuk membangun komunitas dan membagikan pengetahuan finansialnya kepada publik. “Aku ini belum benar-benar financial freedom, masih dalam fase financial growth. Tapi arah dan fondasinya sudah aku bangun,” ungkap Mia.

Langkah Mia berubah ketika dia sadar bahwa mengandalkan satu sumber pendapatan tidak cukup untuk mencapai kebebasan finansial. Dorongan untuk personal branding datang dari teman diskusi di komunitas yang dia bangun sejak tahun lalu.

“Ada yang menyarankan aku untuk personal branding, karena aku punya kemampuan copy writing. Dan itu pun aku juga belajar. Kalau untuk komunitas trading, itu sudah bertahun-tahun lalu aku ikut, ada mungkin empat kali pindah komunitas sampai terakhir 2024 kemarin,” kata perempuan kelahiran Samarinda itu.

Bersama seorang kawan yang juga sesama trader bertemu di komunitas lain, mereka sepakat membangun Komunitas Crypto Astrolabs. Edukasi berjalan, hingga akhirnya personal branding yang Mia bangun lewat media sosial turut membantu komunitas itu semakin dikenal.

“Banyak yang minta diajarin personal, minta buka kelas. Akhirnya Januari 2025, aku sepakat sama temanku ini buka kelas berbayar. Dan enggak nyangka banget, sebulan itu tembus Rp43 juta untuk bisnisnya. Padahal di awal arahnya bukan buat bisnis, murni edukasi. Tapi karena banyak yang pengin, akhirnya aku buka,” sambungnya.

Sejak itu, komunitas mereka terus berkembang. Hingga datang seorang investor yang melihat potensi besar dalam edukasi digital dan pengembangan produk finansial berbasis teknologi.

“Jadi Maret 2025, komunitas ini dibeli sama investor itu. Dibuat jadi bisnis profesional, bahkan resmi membentuk badan hukum pada Juli lalu. Jadi baru banget. Akhirnya pemasukan aku enggak hanya trading, tapi juga dari bisnis komunitas, jual produk digital (e-book) sampai affiliate atau partnership,” jelas ibu anak dua tersebut.

Diversifikasi itu membuat aliran penghasilan pasif semakin stabil. “Dibilang financial freedom belum, bisa dibilang ini sudah 80 persen menuju itu. Dan memang jalannya enggak mudah, mindset yang di awal harus terbentuk. Literasi finansialnya juga harus bagus,” sebutnya.

Dia juga memiliki batasan untuk diri. Walau aset dan keuangannya diakui cukup stabil, bukan berarti “bebas” berbelanja apapun yang dimau. Jika budget di awal tidak sesuai saat ingin membeli barang, maka jangan dipaksakan.

“Setidaknya juga ada 30 persen penghasilan bulanan itu dialokasikan ke investasi. Freedom itu juga saat aku bisa memilih kerja karena mau, bukan karena harus. Dan itu sudah saya rasakan sekarang,” tegas Mia. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pendapatan #Penghasilan #personal branding #Trading #Financial Freedom