KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat penurunan kinerja ekspor nonmigas ke-13 negara tujuan utama pada Juni 2025.
Total nilai ekspor tercatat USD1.321,98 juta atau turun USS25,97 juta (1,93 persen) dibandingkan Mei 2025.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya permintaan dari sejumlah mitra dagang utama.
“Kondisi tersebut terutama dipengaruhi penurunan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Vietnam yang turun USD42,22 juta (32,36 persen), India yang turun USD41,55 juta (15,37 persen), dan Malaysia yang turun USD33,47 juta (35,50 persen),” ujarnya.
Secara kumulatif, Januari-Juni 2025, ekspor nonmigas Kaltim ke-13 negara tujuan utama turun signifikan 16,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tiongkok masih menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor USD2.752,27 juta atau berkontribusi 30,34 persen dari total.
Posisi berikutnya ditempati India dengan nilai USD1.543,65 juta (17,02 persen) dan Filipina USD862,48 juta (9,51 persen). "Selama periode Januari-Juni 2025, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar,” tutur Yusniar.
Bila dilihat dari kawasan, total nilai ekspor nonmigas Kaltim ke ASEAN mencapai USD2.362,63 juta dengan kontribusi 26,05 persen terhadap total ekspor. "Sementara ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat jauh lebih kecil, yakni USD153,39 juta atau 1,69 persen dari keseluruhan," tutupnya.
Editor : Dwi Restu A