Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BSI Perkuat Pembiayaan Hijau untuk Pacu Transisi Ekonomi

Ulil Mu'Awanah • Senin, 11 Agustus 2025 | 15:36 WIB
KOLABORASI: BSI bersama Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia dan Bank Indonesia menggalang sinergi lintas sektor untuk menggerakkan perekonomian nasional.
KOLABORASI: BSI bersama Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia dan Bank Indonesia menggalang sinergi lintas sektor untuk menggerakkan perekonomian nasional.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menegaskan komitmennya dalam memperluas pembiayaan hijau sebagai strategi menjaga lingkungan dari ancaman krisis iklim dan tuntutan pembangunan berkelanjutan sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menyebut, percepatan pembiayaan hijau dan inklusif merupakan langkah strategis untuk melindungi lingkungan, menjaga daya saing serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Transformasi sistem keuangan ke arah yang lebih hijau merupakan fondasi penting untuk mencapai hasil terbaik dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” tuturnya, Minggu (10/8).

Ia menambahkan, potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim sangat besar. Berdasarkan data Bank Indonesia, kerugian tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 triliun per tahun dan berisiko menurunkan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 40 persen pada 2048.

Selain ancaman skala nasional, sektor UMKM yang berkontribusi sekitar 60 persen PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja masih menghadapi tantangan besar untuk bertransisi ke ekonomi hijau, termasuk terbatasnya akses pembiayaan berkelanjutan.

Untuk mengatasi tantangan itu, BSI bersama Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) dan Bank Indonesia menggalang sinergi lintas sektor serta memperluas edukasi publik. “Kami di BSI sangat berkomitmen memperkuat sinergi ini dan terus menerapkan prinsip ESG dalam bisnis serta operasional bank,” kata Bob.

Hingga triwulan I 2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp 72,6 triliun atau 25,6 persen dari total portofolio, dengan rincian pembiayaan hijau Rp 14,6 triliun dan pembiayaan sosial Rp 58 triliun. Sektor prioritas meliputi energi terbarukan, transportasi bersih, pengelolaan air dan limbah, serta produk ramah lingkungan.

"Tahun ini, BSI juga menerbitkan Sustainability Sukuk tahap II senilai Rp 5 triliun untuk memperkuat pembiayaan hijau dan dukungan kepada UMKM. Per Maret 2025, pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp 52,5 triliun atau tumbuh 12,63 persen secara tahunan," sebutnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#transformasi #krisis iklim #Transisi Ekonomi #Pembiayaan Hijau #BSI #menjaga lingkungan