Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Jarum Jahit ke Suvenir Lukis Tangan, Produk Tina Tembus Belanda dan Dubai

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:35 WIB
AUTODIDAK: Kemampuan lukis Tina (kanan) dia pelajari secara autodidak. Kepiawaiannya menjahit juga menjadikan dia memiliki produk unik dan sering jadi buah tangan khas Berau.
AUTODIDAK: Kemampuan lukis Tina (kanan) dia pelajari secara autodidak. Kepiawaiannya menjahit juga menjadikan dia memiliki produk unik dan sering jadi buah tangan khas Berau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KALTIMPOST.ID, BERAU – Tak ada kesuksesan yang instan. Kalimat itu layak disematkan pada perjalanan usaha Tina Ristiana. Dia memulai langkah bisnisnya sejak sang anak baru masuk taman kanak-kanak (TK), dengan membuka jasa jahit rumahan di Bengalon, Kutai Timur.

Kini, produknya sudah menghiasi etalase rumah oleh-oleh dan bahkan rutin dibawa hingga ke Belanda dan Dubai. Kisahnya berawal saat mengikuti suami bekerja ke Kalimantan dan menetap di Bengalon.

Dari situ, Tina memanfaatkan kemampuan menjahit sambil mengisi waktu luang di sela-sela pekerjaan domestik rumah. “Waktu itu anak saya masih TK. Sekarang sudah kuliah,” ujar perempuan kelahiran 1973 itu mengenang.

Baca Juga: Kisah Syamsiah Kembangkan Pizza Udang Galah hingga Camilan yang Masuk ke Restoran dan Bandara

Pada 2013, dia dan keluarga pindah ke Berau karena pekerjaan suami. Saat itu pula dia mulai lebih aktif mengembangkan usaha dengan nama Tina Ristiana Modiste & Butik. Melalui program pemberdayaan istri karyawan dari perusahaan tempat suaminya bekerja, Tina mulai memperluas jejaring dan belajar dari pelaku UMKM lain. Namun, fokus utamanya tetap pada jasa jahit.

Titik balik terjadi pada 2021, saat dia menerima pembinaan usaha. Melihat rekan-rekannya yang bergerak di bidang kuliner bisa membawa produk siap jual, Tina merasa tertantang. “Saya tetap di bidang fesyen, tapi mulai mencoba membuat produk siap pakai, bukan hanya jasa jahit,” terangnya.

Kecintaannya pada seni rupa pun mengalir ke bisnis. Dia mulai melukis baju-baju buatannya secara manual. Belajar secara autodidak, Tina menuangkan motif bunga, lalu perlahan menggali motif kekayaan khas Berau seperti penyu, ubur-ubur, hingga keindahan wisata bahari. Arahan itu datang langsung dari pejabat daerah yang mengunjungi stan pamerannya.

Baca Juga: Lebih Praktis dan Aman, Transaksi Uang Elektronik di Kaltim Tembus Rp1,98 Triliun

Produk lukis manual yang dia hasilkan kini meluas ke berbagai jenis, dari baju, tas, hingga topi. Semua dibuat dalam konsep ready to wear dan dilukis satu per satu. “Mulai serius bikin produk lukis sejak 2023. Sekarang yang paling diminati tas lukis, karena bisa jadi suvenir khas Berau,” ungkapnya.

Pasar menyambut positif. Banyak instansi memesan suvenir seperti totebag, syal, hingga pouch, dengan lukisan khas lokal. Bahkan, lewat teman-temannya di luar negeri, produknya sudah beberapa kali dikirim ke Belanda dan Dubai. “Biasanya lewat jasa titip. Teman saya di Belanda rutin pesan karena aktif di kegiatan kedutaan besar,” tambahnya.

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Ke-13 Negara Tujuan Anjlok 1,93 Persen pada Juni 2025

Daya tarik utama produknya adalah lukisan manual yang bisa dibuat custom sesuai permintaan, termasuk menggambarkan wajah orang atau objek spesifik. Harga tas lukisnya bervariasi, dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.

Untuk produksi, Tina dibantu satu karyawan tetap yang berjaga setiap hari di workshop-nya yang berlokasi di Bedungun, dekat Bandara Kalimarau. Jika ada pesanan besar, dia juga mempekerjakan tenaga tambahan hingga empat orang.

Produk Tina kini tersedia di outlet Dekranasda, Rumah Kemasan Batiwakkal, dan bandara. Dia juga rutin dibawa dinas terkait untuk pameran seperti Inacraft dan ajang promosi lainnya. Ke depan, dia berencana lebih serius membangun branding usaha dan menjangkau lebih banyak titik oleh-oleh. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#UMKM Kaltim #berau #umkm