KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Hendrawisata Pesona Mangrove menunjukkan perkembangan luar biasa dalam menarik kunjungan wisatawan. Dari hanya 10-15 pengunjung di awal berdirinya, kini jumlah pengunjung saat akhir pekan meningkat tajam menjadi 300-400 orang.
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Balikpapan, tapi juga kota-kota sekitar seperti Samarinda, Bontang, Penajam Paser Utara dan Sangatta.
Anwar Sadat, pengelola Hendrawisata Pesona Mangrove mengungkapkan, ada proses panjang yang telah dijalani untuk mencapai peningkatan tersebut.
"Saat awal merintis, pengunjung kami hanya 10-15 orang. Namun perlahan terus meningkat hingga sekarang kunjungan kita sudah menebus angka 300 sampai 400 orang saat weekend," sebutnya baru-baru ini.
Ke depan, pihaknya berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintah melalui program Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
"Semoga nanti bisa berkolaborasi dengan pemerintah menjalankan apa yang menjadi program pokdarwis. Kita mempunyai target dua tahun ke depan Hendrawisata Pesona Mangrove bisa menjadi salah satu destinasi unggulan, terutama untuk di Balikpapan," lanjut Anwar.
Saat ini, Hendrawisata Pesona Mangrove sedang menyiapkan diri untuk mengikuti program Pokdarwis yang dijadwalkan rampung pada September. Semua persyaratan telah dipenuhi, termasuk peningkatan sarana dan prasarana yang signifikan.
Pada awalnya, lokasi ini hanya memiliki dua cottage, namun kini hadirnya vila-vila baru menjadi delapan unit. Target jangka pendeknya adalah menyediakan 15 hingga 20 unit cottage atau vila. Tarif penginapan berkisar antara Rp 500 ribu pada hari biasa, Rp 750 ribu saat akhir pekan, dan Rp 1 juta pada hari libur nasional.
Anwar juga menyampaikan rencana pengembangan area seluas dua hektare yang akan mencakup fasilitas pemancingan dan tempat rekreasi baru. Tidak hanya itu, Hendrawisata Pesona Mangrove berencana meluncurkan program wisata malam yang akan menjadi inovasi baru di Balikpapan.
"Wisata bertajuk Teras Susur Mangrove ini akan menghadirkan pengalaman berlayar malam sembari menikmati makan malam di atas kapal, menciptakan suasana unik dan berbeda," ucapnya. Kapasitas kapal 10-12 orang yang mengusung mesin berkapasitas 85 pk. Kegiatan susur ini berlangsung 45 menit menempuh jarak 2 km dikenai biaya Rp 125 ribu per orang.
Selain fasilitas akomodasi dan hiburan, edukasi mengenai ekosistem mangrove juga menjadi fokus utama di sini. "Ada edukasi oleh para trainer kami tentang mangrove juga," ujar Anwar.
Dengan segala persiapan dan pengembangan yang dilakukan, Hendrawisata Pesona Mangrove semakin mantap untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Balikpapan dalam waktu dekat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo