KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Tak hanya sebagai investasi untuk masa depan, saat ini emas yang ditabung di Pegadaian menawarkan banyak keuntungan.
Selain memungkinkan masyarakat menyetor, menyimpan, hingga menarik emas layaknya uang tunai. Emas juga bisa diinvestasikan melalui tabungan digital, deposito, hingga dijadikan jaminan pinjaman modal usaha.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan Tomy Djoko Tri Raharjo menjelaskan, layanan ini menghadirkan cara baru dalam memperlakukan emas.
“Kalau di bank biasa, uang yang kita setor bisa diambil lagi dalam bentuk uang. Di Bank Emas, yang kita setorkan emas dan yang diambil pun tetap emas. Emas yang ditabung benar-benar ada secara fisik dan bisa dicetak kapan saja sesuai permintaan,” tegasnya.
Layanan ini diawali dengan penerimaan logam mulia bersertifikat SNI dengan kadar 99,99 persen dari empat merek resmi, yakni Antam, Galeri 24, UBS, dan Lotus Archi. Nasabah bisa langsung menyetorkan emas batangan ke rekening Tabungan Emas tanpa perlu menjualnya lebih dulu.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebut langkah ini sebagai bukti nyata transformasi perusahaan. “Ini bukan lagi sekadar mimpi, tapi bukti nyata bahwa Pegadaian terus menjadi pionir dalam sistem keuangan berbasis emas yang terintegrasi di Indonesia,” ujarnya.
Selain tabungan, Pegadaian juga menghadirkan Deposito Emas yang memberikan imbal hasil dalam bentuk gram emas. “Deposito Emas menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari emas yang mereka miliki, tanpa harus menjualnya,” jelas Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah.
Fitur lain yang turut ditawarkan adalah Setor Fisik Emas. Emas batangan dengan berat minimal 0,5 gram hingga 1 kilogram bisa dikonversi menjadi saldo Tabungan Emas digital. “Semua transaksi bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital, termasuk pemantauan saldo dan pengajuan layanan. Ini bentuk transformasi digital kami,” tambah Elvi.
Lebih lanjut lagi, dari sisi keamanan, Pegadaian menempatkan penyimpanan emas dalam pengawasan berlapis. Brankas berkapasitas hampir 15 ton yang diresmikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Februari lalu dilengkapi kunci fisik, sidik jari, pemindaian retina, hingga mekanisme pintu yang hanya bisa dibuka lima orang sekaligus.
Adapun hingga 8 Agustus 2025, total kelolaan emas Pegadaian mencapai 22,7 ton dengan lebih dari 4 juta nasabah. Dari jumlah itu, saldo Tabungan Emas menyumbang 13,8 ton dan Deposito Emas mencatat transaksi hingga 1,36 ton.
Balikpapan sendiri mendapat kehormatan sebagai kota pertama di luar Pulau Jawa yang dipilih Pegadaian untuk mengoperasikan Bank Emas. “Dengan sistem ini, emas aman, likuid, dan bisa digunakan kapan saja. Kami berharap konsep Bank Emas ini mengubah cara masyarakat memandang emas, bukan sekadar perhiasan atau investasi pasif, melainkan instrumen keuangan aktif," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo