Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Targetkan Penjualan 500 Excavator, Sany Rambah Energi Terbarukan dengan Hadirkan Turbin Angin

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:53 WIB

OPTIMISTIS: PT Sany Perkasa menargetkan penjualan excavator 500 unit sepanjang tahun ini, salah satu andalannya seri X-Avatar dan wheel loader. 
OPTIMISTIS: PT Sany Perkasa menargetkan penjualan excavator 500 unit sepanjang tahun ini, salah satu andalannya seri X-Avatar dan wheel loader. 
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Meski kinerja ekpor batu bara dari Kaltim mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir, nyatanya geliat industri pertambangan tersebut masih cukup baik.

Terlihat dari kinerja penjualan yang ditunjukkan produsen alat berat dunia, PT Sany Perkasa. Menargetkan penjualan 500 unit excavator tahun ini, mereka bisa memenuhi lebih separuhnya pada pertengahan tahun.

Balikpapan dan Samarinda menjadi dua kota yang paling banyak menyerap produk mereka. “Kalimantan Timur adalah barometer industri tambang nasional. Target kami 500 unit excavator di wilayah ini dan pencapaiannya sudah di atas 50 persen. Ini menunjukkan besarnya potensi sekaligus kepercayaan pasar,” ungkap Vice President Director PT Sany Perkasa Hery Yudianto, Selasa (26/8).

Excavator andalan Sany di antaranya kelas 50 ton seri X-Avatar dan wheel loader. Adapula excavator berkapasitas 125 hingga 200 ton yang kini beroperasi di tambang-tambang besar Kaltim.

“Dengan slogan heavy duty menunjukkan ketangguhan produk kami, lengkap dengan layanan purna jual yang kuat. Sementara high impact lebih pada dampak positif bagi pengguna, mulai efisiensi, biaya operasional yang lebih rendah, hingga inovasi berkelanjutan,” jelas Hery.

Namun, Sany tidak hanya mengejar ketangguhan. Perusahaan asal Tiongkok ini juga berkomitmen pada teknologi ramah lingkungan. Semua produk excavator terbarunya sudah kompatibel dengan bahan bakar biodiesel B40 bahkan B50. “Kami konsisten menghadirkan produk hemat energi dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional,” tegas Hery.

Komitmen itu terasa relevan dengan kondisi Kaltim. Di satu sisi, provinsi ini menjadi lumbung energi nasional dan pemasok utama batu bara dunia. Namun di sisi lain, tantangan lingkungan juga kian mendesak. Kehadiran teknologi alat berat yang lebih efisien dan rendah emisi diharapkan mampu mengurangi jejak karbon industri tambang.

Tak berhenti di tambang, Sany bahkan mulai merambah sektor energi terbarukan. Salah satu produk yang mulai diperkenalkan di Indonesia adalah turbin angin. “Kami ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperluas inovasi. Tidak hanya di alat berat, tetapi juga pada solusi energi berkelanjutan,” kata Hery.

Dengan target besar, strategi ramah lingkungan dan langkah awal ke energi terbarukan, Sany mencoba membuktikan bahwa inovasi teknologi bisa menjadi jembatan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan. Dan Kaltim, sekali lagi, menjadi panggung utama dari perubahan besar itu.

Optimisme Hery bukan tanpa alasan. Prospek batu bara Indonesia, terutama Kaltim, diperkirakan masih kuat dalam beberapa tahun ke depan. Namun ia menegaskan pentingnya keseimbangan. “Sany hadir bukan hanya untuk mendukung kegiatan penambangan, tetapi juga mendorong transisi menuju energi bersih,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#industri tambang #excavator #Sany #kaltim #penjualan #batu bara