Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Produksi Mentimun dan Kangkung Kaltim Turun Ribuan Ton, Padahal Luas Lahan Panen Naik, Kenapa Ya?

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:37 WIB

Secara wilayah, Balikpapan sumbang produksi kangkung Kaltim dengan kontribusi 47,42 persen dari total. Produksi 4.312,15 ton dari luas panen 369,68 hektare.
Secara wilayah, Balikpapan sumbang produksi kangkung Kaltim dengan kontribusi 47,42 persen dari total. Produksi 4.312,15 ton dari luas panen 369,68 hektare.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Produksi sayur dan buah semusim (SBS) di Kalimantan Timur sepanjang 2024 didominasi tiga komoditas utama. Yakni, semangka, mentimun, dan kangkung.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyebut, ketiga komoditas tersebut konsisten masuk jajaran tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Upaya SKK Migas Kejar Swasembada Energi, Targetkan 15 Proyek Hulu Migas Berproduksi

“Pada tahun 2024, semangka, mentimun, dan kangkung tercatat sebagai tiga komoditas dengan jumlah produksi tertinggi dalam kategori sayur-sayuran dan buah semusim (SBS).

Kangkung dan mentimun tetap konsisten menyumbang produksi SBS terbesar sejak 2019,” jelas Yusniar.

Meski luas panen naik, dua komoditas andalan justru mengalami penurunan produktivitas.

“Luas panen semangka, mentimun, dan kangkung mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, secara berturut-turut 39,16 persen, 1,91 persen, dan 1,85 persen. Namun, peningkatan luas panen mentimun dan kangkung tidak berbanding lurus dengan hasil produksinya," ungkap Yusniar.

Kedua komoditas tersebut justru mengalami penurunan produksi 10,59 persen dan 3,19 persen.

Hal tersebut dikatakan Yusniar mengindikasikan adanya tantangan dalam produktivitas meski upaya intensifikasi lahan telah dilakukan.

Untuk mentimun, total produksi di Kaltim tahun 2024 tercatat 9.471,11 ton. Angkanya turun 10,59 persen atau setara 1.121,53 ton dibandingkan 2023.

Produksi tertinggi terjadi pada Juli dengan capaian 913,56 ton dari luas lahan 138,88 hektare.

Secara wilayah, tiga daerah menjadi penopang utama produksi mentimun. Kutai Kartanegara menjadi kontributor terbesar dengan produksi sebesar 4.747,29 ton atau 50,12 persen dari total produksi, dengan luas panen 317,07 hektare.

Balikpapan berada di posisi kedua dengan kontribusi 24,16 persen atau 2.288,01 ton dari lahan seluas 115,66 hektar.

"Sementara itu, Berau mencatat produksi sebesar 724,82 ton atau 7,65 persen, dengan luas panen 54,69 hektare,” papar Yusniar.

Untuk produksi kangkung di Kaltim pada 2024 mencapai 9.094,36 ton. Angka itu juga menurun 3,19 persen atau 299,43 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tertinggi tercatat pada Maret dengan 944,57 ton dari luas panen 133,92 hektare.

Adapun daerah penyumbang terbesar berasal dari Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.

Baca Juga: Targetkan Penjualan 500 Excavator, Sany Rambah Energi Terbarukan dengan Hadirkan Turbin Angin

“Balikpapan mendominasi dengan kontribusi 47,42 persen, menghasilkan 4.312,15 ton dari luas panen 369,68 hektare. Di posisi kedua, Kutai Kartanegara menyumbang 17,63 persen atau 1.603,66 ton dari lahan seluas 194,93 hektare. Sementara itu, Penajam Paser Utara berkontribusi 8,74 persen dengan produksi sebesar 794,92 ton dari 84,45 hektar lahan,” terang Yusniar.

Dengan capaian tersebut, BPS menilai sektor SBS Kaltim masih menunjukkan potensi besar, meski tantangan produktivitas tetap perlu mendapat perhatian serius ke depan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#BPS KALTIM #mentimun #kangkung