Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

QRIS Rambah Jepang, Transaksi di Balikpapan Lampaui Target

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:43 WIB
TEREALISASI CEPAT: BI Balikpapan menargetkan 30,11 juta transaksi QRIS pada tahun ini, namun hingga Juli sudah terealisasi 33,1 juta transaksi atau 109,96 persen dari target tahunan.
TEREALISASI CEPAT: BI Balikpapan menargetkan 30,11 juta transaksi QRIS pada tahun ini, namun hingga Juli sudah terealisasi 33,1 juta transaksi atau 109,96 persen dari target tahunan.

BALIKPAPAN - Transformasi sistem pembayaran digital Indonesia kembali memasuki babak baru. Pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QRIS Cross Border Jepang.

Jepang menjadi mitra keempat setelah Thailand, Malaysia dan Singapura dalam jaringan pembayaran lintas negara menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Melalui inovasi ini, wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia cukup memindai QRIS dengan aplikasi pembayaran asal negaranya untuk bertransaksi. Sebaliknya, wisatawan Indonesia yang bepergian ke Jepang juga bisa menggunakan QRIS untuk kemudahan pembayaran.

"Langkah ini sejalan dengan visi mewujudkan transaksi lintas negara yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan Robi Riadi, Rabu (27/8).

Lebih lanjut ia menilai, peluncuran QRIS Cross Border Jepang bukan hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap sektor pariwisata, perdagangan ritel, dan UMKM.

“Implementasi QRIS lintas negara ini mendukung inisiatif ASEAN Regional Payment Connectivity serta integrasi ekonomi digital Asia Timur. Harapannya, ini bisa memperluas pasar dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kita,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, capaian penggunaan QRIS di wilayah kerja KPw BI Balikpapan sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan bahkan melampaui target. BI menargetkan 30,11 juta transaksi QRIS pada tahun ini, namun hingga Juli sudah terealisasi 33.108.868 transaksi atau 109,96 persen dari target tahunan.

“Artinya, realisasi sudah lebih dari 100 persen hanya dalam enam bulan. Ini bukti bahwa adopsi QRIS di masyarakat semakin tinggi,” kata Robi.

Tak hanya dari sisi transaksi, perluasan jumlah merchant juga mencatatkan hasil gemilang. Dari target 24.265 merchant baru di 2025, hingga Juli telah terealisasi 28.045 merchant atau 115,56 persen. Dengan tambahan tersebut, total merchant yang tergabung dalam ekosistem QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan kini mencapai 251.654.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi jumlah pengguna. Target provinsi Kalimantan Timur pada tahun ini ditetapkan sebesar 831.298 pengguna QRIS. Hingga Juli, realisasinya sudah mencapai 819.281 pengguna, di mana sekitar 50 persen atau 409 ribu pengguna berasal dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Robi menegaskan, meski target 2025 sudah tercapai di semester pertama, pihaknya tidak akan berhenti mendorong edukasi dan literasi digital masyarakat.

“Untuk semester II, memang tidak ada target tambahan karena capaian sudah melampaui. Tetapi kami tetap akan gencarkan sosialisasi dan edukasi, supaya pemanfaatan QRIS semakin merata di semua lapisan masyarakat, terutama UMKM,” terangnya.

Dengan capaian tersebut, BI optimistis bahwa QRIS tidak hanya menjadi instrumen pembayaran digital, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal. Apalagi, kehadiran QRIS Cross Border Jepang akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta konektivitas pembayaran regional dan global. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#jepang #pembayaran digital #bank indonesia #qris