Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Setelah Sukses di Jepang, QRIS Lintas Negara Siap Masuk Tiongkok dan Arab Saudi

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 7 September 2025 | 16:33 WIB
Kepala KPw BI Kaltim - Budi Widihartanto.
Kepala KPw BI Kaltim - Budi Widihartanto.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus melebarkan sayap ke dunia internasional. Setelah sukses terhubung dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang baru-baru ini, Bank Indonesia kini membidik dua negara besar. Yakni Tiongkok dan Arab Saudi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyebut langkah itu sebagai upaya memperluas kemudahan transaksi lintas batas.

“Saat ini, BI sedang mengupayakan konektivitas serupa dengan Tiongkok dan Arab Saudi. Dengan adanya layanan ini, masyarakat Indonesia bisa dengan mudah bertransaksi di negara-negara tersebut hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran mereka,” jelasnya.

QRIS lintas negara bukan sekadar mempermudah wisatawan Indonesia ketika bepergian ke luar negeri. Lebih jauh, inovasi tersebut akan mendorong integrasi ekonomi antarnegara dengan basis transaksi digital yang lebih aman dan efisien.

Menurut Budi, penerapan QRIS di Jepang sudah berjalan mulus. “Bank Indonesia dan Bank Sentral Jepang baru saja meluncurkan konektivitas QRIS antarnegara, memungkinkan transaksi digital dilakukan hanya dengan memindai QRIS di Jepang,” katanya.

Budi menekankan, teknologi itu memberikan keuntungan ganda karena berlaku dua arah. Masyarakat Indonesia bisa bertransaksi di luar negeri, sebaliknya turis mancanegara dapat melakukan pembayaran dengan mudah di Indonesia.

“Sebaliknya, warga dari negara yang sudah bekerja sama seperti Jepang, Singapura, Malaysia, dan Thailand juga dapat bertransaksi dengan mudah di Indonesia menggunakan kode QR lokal mereka,” paparnya.

Dengan begitu, ekosistem pembayaran digital menjadi lebih inklusif. Baik pelaku usaha kecil maupun ritel besar akan mendapat manfaat dari meningkatnya akses transaksi lintas negara.

Budi menggambarkan betapa sederhana penggunaan layanan. “Selama saldo tersedia, transaksi bisa dilakukan di negara-negara itu hanya dengan bermodal ponsel,” terangnya.

Sebagai contoh, QRIS lintas negara membuat konversi mata uang berjalan otomatis. “Misalnya, saat kode QR di Jepang dipindai, nominal yang keluar adalah 14¥ (yen). Namun, di aplikasi pengguna, angka tersebut akan langsung terkonversi ke bahasa Indonesia dan dalam kurs rupiah. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya bagi warga negara lain yang bertransaksi di Indonesia,” ungkap Budi.

Pihaknya optimistis, dengan semakin banyak negara yang terhubung, QRIS akan menjadi standar pembayaran lintas batas yang memudahkan mobilitas global masyarakat.

“Ini adalah bentuk nyata integrasi ekonomi digital Indonesia dengan dunia. Ke depan, kami berharap masyarakat tidak perlu lagi repot menukar uang tunai ketika bepergian, cukup dengan QRIS di ponsel sudah bisa bertransaksi di banyak negara,” pungkas Budi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#jepang #bank indonesia #arab saudi #sistem pembayaran digital #tiongkok #qris