KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas transportasi laut di Balikpapan pada Juli 2025 menunjukkan tren peningkatan, khususnya dari sisi kedatangan penumpang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang datang melalui Pelabuhan Semayang mencapai 45.319 orang.
"Angka ini naik sebesar 31,44 persen dibandingkan Juni 2025, bahkan lebih tinggi 57,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat tercatat 35.098 orang atau turun 6,49 persen dibandingkan Juni 2025. Namun, jika dibandingkan Juli 2024, keberangkatan dari Pelabuhan Semayang justru naik 18,13 persen.
Secara total, jumlah penumpang laut yang dilayani pada Juli 2025 mencapai 80.417 orang, meningkat 11,67 persen dibandingkan Juni 2025.
Marinda menuturkan, pertumbuhan jumlah penumpang laut menandakan meningkatnya mobilitas masyarakat antarpulau.
“Naiknya kedatangan penumpang hingga lebih dari 30 persen memperlihatkan Balikpapan menjadi salah satu pusat perlintasan dan tujuan perjalanan laut di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dari sisi barang, aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga cukup dinamis. Jumlah barang angkutan laut dalam negeri yang dibongkar mencapai 214.033 ton atau naik 5,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, barang yang dimuat hanya 27.196 ton atau turun 54,06 persen dibandingkan Juni 2025.
Jika ditotal, volume barang yang dilayani angkutan laut dalam negeri pada Juli 2025 sebesar 241.229 ton. Angka ini masih lebih rendah 27,86 persen dibandingkan Juli 2024, menandakan adanya perlambatan distribusi barang dibanding tahun lalu.
Marinda menjelaskan bahwa tren penurunan barang muatan tidak sepenuhnya menjadi sinyal negatif. “Kondisi ini bisa terkait dengan distribusi yang sudah bergeser ke bulan-bulan sebelumnya atau penyesuaian kebutuhan logistik. Namun untuk barang bongkar, Balikpapan tetap stabil sebagai salah satu pintu masuk penting logistik ke Kalimantan Timur,” tambahnya.
Dengan tren ini, sektor angkutan laut tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan barang. "Apalagi, konektivitas Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) akan semakin memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung aktivitas ekonomi regional," timpalnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo