Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kunjungan Kapal di Pelabuhan Balikpapan Naik 31 Persen, Muatan Luar Negeri Justru Turun

Ulil Mu'Awanah • Senin, 8 September 2025 | 17:32 WIB
TINGGI: Kunjungan kapal dalam negeri mengalami lonjakan tajam di Pelabuhan Semayang Balikpapan, bahkan lebih dari 30 persen.
TINGGI: Kunjungan kapal dalam negeri mengalami lonjakan tajam di Pelabuhan Semayang Balikpapan, bahkan lebih dari 30 persen.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Geliat kunjungan kapal dalam negeri mengalami lonjakan tajam di Pelabuhan Semayang Balikpapan, bahkan lebih dari 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di balik ramainya lalu lintas domestik, aktivitas perdagangan luar negeri justru melambat.

"Jumlah kapal dalam negeri yang masuk di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau tercatat 1.393 unit, naik 31,54 persen dibanding Juni 2025," sebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.

Meski begitu, jika dibandingkan periode sama tahun lalu, angka ini turun 4,78 persen. Dari sisi kapasitas Gross Tonnage (GT), total kapal yang berlabuh mencapai 4.743.547 GT atau naik 55,93 persen, sementara panjang kapal berdasarkan Length Overall (LOA) ikut menanjak 41,51 persen menjadi 94.847 LOA.

Dirinya juga menyebutkan, lonjakan ini menandakan semakin pulihnya arus distribusi barang dan jasa di jalur antarpulau. “Kenaikan lebih dari 30 persen dalam jumlah kapal menunjukkan adanya pergerakan distribusi yang semakin intens. Hal ini sekaligus memperlihatkan peran strategis pelabuhan Balikpapan,” tutur Marinda.

Namun, tren berlawanan justru dialami kapal luar negeri. Pada Juli 2025, kunjungan kapal asing hanya 37 unit. Angka ini memang naik 15,63 persen dibanding bulan sebelumnya, tetapi turun dalam setahun terakhir hingga 33,93 persen.

"Kapasitas GT kapal asing yang berlabuh tercatat 1.293.804 GT, naik 18,63 persen dibanding Juni, namun anjlok 44,28 persen dibanding Juli 2024," ucapnya.

Dari sisi barang, penurunan lebih terasa. Bongkar muat barang luar negeri hanya mencapai 14.004 ton, turun 2,97 persen dibanding bulan sebelumnya dan 19,01 persen dibanding tahun lalu. Untuk barang muat, kondisinya lebih drastis hanya 77 ton, turun 82,09 persen secara bulanan dan bahkan menyusut 90,14 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Menurut Marinda, kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika global maupun penyesuaian jalur perdagangan.

Dengan posisi strategis Balikpapan, pelabuhan tetap menjadi simpul vital bagi arus logistik di Kalimantan Timur, terutama dalam mendukung kebutuhan IKN. Meski perdagangan luar negeri masih melambat, geliat kapal domestik memberi sinyal optimisme bagi perekonomian daerah.

“Penurunan barang muatan luar negeri bisa dipengaruhi oleh perubahan rute distribusi. Namun dari sisi kunjungan kapal dalam negeri, kita melihat tren positif yang perlu dijaga,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelabuhan #peti kemas #kariangau #kunjungan kapal #balikpapan #kapal #pelabuhan semayang