Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bersiap Ekspansi ke Kalimantan Selatan dan Tengah, SBMA Bukukan Laba Rp 6,71 Miliar di Paruh Pertama 2025

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 12 September 2025 | 19:47 WIB
PRODUKTIF: PT SBMA memanfaatkan dana segar dari IPO dengan membeli lahan dan membangun pabrik baru di kawasan Balikpapan Timur.
PRODUKTIF: PT SBMA memanfaatkan dana segar dari IPO dengan membeli lahan dan membangun pabrik baru di kawasan Balikpapan Timur.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Keputusan PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) menjadi perusahaan terbuka pada 8 September 2021 lalu membuat perusahaan memasuki babak baru yang penuh tantangan sekaligus peluang untuk berkembang lebih besar.

Perusahaan yang bergerak di industri gas tersebut kini terus menunjukkan konsistensi dalam membukukan pertumbuhan kinerja.

Melepas 278,4 juta saham atau setara 29,99 persen modal ditempatkan pada penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO), SBMA memanfaatkan dana segar secara strategis.

Mulai pembelian lahan, pembangunan pabrik baru, hingga tambahan modal kerja. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam perjalanan jangka panjang perusahaan.

Komisaris Independen SBMA Slamet Brotosiswoyo menuturkan, sejak IPO, manajemen berfokus pada pembangunan infrastruktur untuk memperkuat kapasitas produksi.

“Sejak IPO, kami langsung fokus pada pembangunan fasilitas baru. Tahun 2022 kami mulai mempersiapkan pembangunan Air Separation Plant atau ASP. Kemudian di 2023 fasilitas itu resmi beroperasi, sehingga kapasitas produksi kami meningkat hingga lima kali lipat dibanding sebelumnya,” ungkapnya, Jumat (12/9).

Dampak dari investasi tersebut mulai terasa nyata pada 2024. SBMA berhasil mencatatkan pendapatan Rp 131,67 miliar, naik lebih dari 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, laba bersih perusahaan juga melonjak signifikan hingga 182 persen menjadi Rp 13,35 miliar. Peningkatan ini memperkuat posisi SBMA sebagai salah satu pemain penting di industri gas dalam negeri.

Memasuki 2025, kinerja positif kembali berlanjut. Pada awal tahun, penjualan tercatat naik 12,4 persen menjadi Rp 32,48 miliar. Tren berlanjut hingga pertengahan tahun, di mana laba bersih meningkat 26,8 persen menjadi Rp 6,71 miliar. "Keberhasilan tersebut turut dibagikan kepada pemegang saham melalui pembagian dividen sebesar Rp 3,71 miliar pada Juli 2025," sebutnya.

Menurut Slamet, keberhasilan ini tidak membuat perusahaan berpuas diri. SBMA menyiapkan roadmap yang jelas untuk ekspansi ke wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. “Kami tidak ingin berhenti pada capaian yang ada. Fokus berikutnya adalah melakukan ekspansi ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sekaligus mendiversifikasi produk agar posisi kami semakin kuat di industri gas nasional,” tegasnya.

Dengan strategi ekspansi dan diversifikasi yang terukur, ditambah fondasi bisnis yang semakin kokoh, SBMA optimistis dapat terus tumbuh menjadi perusahaan gas nasional yang inovatif dan kompetitif. "Dukungan investor serta kepercayaan pasar menjadi modal tambahan bagi perusahaan untuk melangkah lebih jauh di masa mendatang," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pembangunan pabrik #ipo #modal kerja #SBMA #pembelian lahan