Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Impor Kaltim Melambat, BI: Produksi Refinery Minyak Jadi Penopang

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 16 September 2025 | 15:12 WIB
SIGNIFIKAN: Impor migas yang memegang porsi terbesar total impor yakni 73,6 persen yoy, turun signifikan dari sebelumnya tumbuh 26,3 persen menjadi 8,04 persen.
SIGNIFIKAN: Impor migas yang memegang porsi terbesar total impor yakni 73,6 persen yoy, turun signifikan dari sebelumnya tumbuh 26,3 persen menjadi 8,04 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja impor Kaltim di triwulan II 2025 tercatat melambat. Kondisi itu dipicu terutama oleh lesunya impor migas, sejalan dengan meningkatnya produksi refinery minyak bumi domestik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menjelaskan, pelemahan impor cukup terasa dibandingkan triwulan sebelumnya. "Komponen impor melambat dari 7,41 persen (year on year/yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 5,89 persen (yoy) di periode pelaporan," terang Budi, Selasa (16/9).

Impor migas, yang memegang porsi terbesar 73,6 persen dari total impor Kaltim, turun signifikan. Dari 26,3 persen (yoy) di triwulan sebelumnya, kini hanya tumbuh 8,04 persen (yoy). Perlambatan terutama disumbang oleh dua komoditas utama, yakni minyak mentah dan hasil minyak.

"Impor minyak mentah dan hasil minyak secara berturut turut tercatat melambat dan terkontraksi dari 114,3 persen (yoy) dan 24,83 persen (yoy) menjadi 65,97 persen (yoy) dan 34,25 persen (yoy) di periode laporan," jelasnya.

Di tengah penurunan tersebut, impor gas justru tumbuh positif 23,11 persen (yoy), setelah sempat terkontraksi 12,42 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, impor nonmigas yang berkontribusi 26,4 persen dari total impor juga tak luput dari perlambatan. Pertumbuhan impor nonmigas menurun tajam, dari 10,66 persen (yoy) menjadi hanya 2,73 persen (yoy).

"Perlambatan impor nonmigas tersebut disebabkan oleh impor bahan baku yang terkontraksi 7,96 persen (yoy) pasca tumbuh positif di triwulan sebelumnya sebesar 37,15 persen (yoy). Selain bahan baku, impor barang konsumsi juga terkontraksi 86,7 persen (yoy)," kata Budi.

Perlambatan itu selaras dengan melemahnya kinerja lapangan usaha konstruksi serta komponen konsumsi rumah tangga di periode laporan. Menegaskan bahwa efisiensi impor migas akibat produksi domestik yang meningkat turut memengaruhi struktur perdagangan luar negeri Kaltim di triwulan II 2025. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kinerja impor #impor #kaltim #migas