Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perbankan Tetap Solid, Likuiditas Terjaga dan Kredit Investasi Melonjak 12,42 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 17 September 2025 | 11:55 WIB
TERTINGGI: Kredit investasi catatkan pertumbuhan tertinggi, naik hingga 12,42 persen. Disusul kredit konsumsi 8,11 persen.
TERTINGGI: Kredit investasi catatkan pertumbuhan tertinggi, naik hingga 12,42 persen. Disusul kredit konsumsi 8,11 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja perbankan pada Juli 2025 tercatat tetap stabil di tengah gejolak sosial-politik yang terjadi di berbagai wilayah. Kredit tumbuh 7,03 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8.043,2 triliun, dengan profil risiko yang masih terjaga dan aktivitas operasional perbankan berjalan optimal.

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga dan aktivitas operasional perbankan tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat," ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara Parjiman.

Jika dirinci, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Kredit Investasi yang naik 12,42 persen, disusul Kredit Konsumsi 8,11 persen. Sementara Kredit Modal Kerja hanya naik 3,08 persen yoy. Dari sisi kepemilikan, kredit dari kantor cabang bank asing melesat 9,90 persen. Sedangkan menurut kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 9,59 persen, sementara kredit UMKM hanya naik tipis 1,82 persen seiring upaya pemulihan kualitas kredit di sektor tersebut.

Penyaluran kredit juga meningkat pesat pada sejumlah sektor ekonomi. Kredit di sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 18,31 persen, sektor pengangkutan dan pergudangan naik 22,25 persen, dan aktivitas jasa lainnya bahkan melesat 28,92 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 7,00 persen yoy menjadi Rp 9.294 triliun. Giro tumbuh 10,72 persen, tabungan 5,91 persen, dan deposito 4,84 persen. Penurunan BI Rate juga diikuti tren penurunan suku bunga perbankan, baik kredit investasi, kredit modal kerja, maupun deposito rupiah.

“Likuiditas industri perbankan pada Juli 2025 tetap memadai, dengan rasio AL/NCD 119,43 persen dan AL/DPK 27,08 persen. Angka tersebut jauh di atas threshold,” jelas pria yang biasa dipanggil Jimmy itu.

Dari sisi ketahanan, permodalan perbankan juga masih sangat kuat dengan rasio CAR di level 25,88 persen. Sementara kualitas kredit relatif terjaga, tercermin dari rasio NPL gross sebesar 2,28 persen dan NPL net 0,86 persen. Loan at Risk (LaR) pun relatif stabil di angka 9,68 persen, setara dengan kondisi sebelum pandemi.

Fenomena menarik juga terlihat dari tren kredit Buy Now Pay Later (BNPL). OJK mencatat, porsi BNPL perbankan mencapai 0,30 persen dari total kredit dengan baki debet tumbuh signifikan 33,56 persen yoy menjadi Rp 24,05 triliun. Jumlah rekening BNPL pun melonjak ke 28,25 juta.

Jimmy menambahkan, OJK optimistis kinerja perbankan sepanjang 2025 tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang lebih moderat dibanding tahun sebelumnya. “OJK selaku otoritas perbankan akan terus memantau dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan terhadap berbagai potensi gangguan terhadap kinerja bank, gangguan terhadap stabilitas sistem perbankan, dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Menurutnya, perbankan akan tetap ekspansif pada sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dan memiliki prospek baik, namun tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit pada segmen berisiko tinggi. (*)

Editor : Duito Susanto
#kredit umkm #kinerja perbankan