Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ketidakpastian Ekonomi Global Dorong Permintaan Emas di BSI

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 19 September 2025 | 19:37 WIB
MELONJAK: Pertumbuhan investasi emas di BSI sangat pesat seiring lonjakan harga emas hingga Rp 2,1 juta per gram.
MELONJAK: Pertumbuhan investasi emas di BSI sangat pesat seiring lonjakan harga emas hingga Rp 2,1 juta per gram.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Permintaan emas di Indonesia melonjak tajam sepanjang 2025, didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan semakin mudahnya akses ke investasi emas digital.

Fenomena ini menjadikan emas sebagai pilihan utama investor dalam melindungi nilai kekayaan mereka di tengah situasi pasar yang tidak menentu.

Bahkan pertumbuhan investasi emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) sangat pesat seiring dengan lonjakan harga emas hingga Rp 2,1 juta per gram.

"Kami mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap produk emas kami, seperti Cicil Emas dan Tabungan E-mas. Tren ini didukung oleh akses digital yang memudahkan berbagai kalangan berinvestasi dengan prinsip syariah," ungkap Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Jumat (19/9).

Data BSI mencatat penjualan emas lebih dari 1 ton sejak layanan BSI Emas tersedia melalui aplikasi BYOND by BSI. Jumlah nasabah bertambah hampir mencapai 180 ribu, sementara pertumbuhan pembiayaan cicil emas naik 135 persen (year on year/yoy) hingga Juli 2025.

Daya tarik produk ini semakin diperkuat oleh kenaikan harga emas sebesar lebih dari 200 persen dalam empat tahun terakhir.

Menurut Anggoro, kenaikan harga emas tidak terlepas dari faktor geopolitik, kondisi ekonomi global yang bergejolak, serta turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia ke level 4,75 persen.

"Hal ini membuat instrumen investasi konvensional seperti deposito tidak lagi menarik, sehingga emas menjadi pilihan investasi yang lebih aman dan menguntungkan," tambahnya.

BSI menawarkan kemudahan investasi emas mulai dari 0,1 gram dengan biaya administrasi ringan hanya Rp 24 ribu per tahun.

Seluruh transaksi berlangsung real-time di aplikasi BYOND, lengkap dengan fitur transfer emas antar nasabah, serta dijalankan sesuai prinsip syariah dengan emas fisik yang dijamin kepemilikannya oleh bank.

"Nasabah yang mulai membeli emas tahun lalu sekarang sudah merasakan keuntungan nyata, kami yakin ini akan terus mendorong pertumbuhan sektor perbankan syariah," jelas Anggoro. Ia juga menegaskan bahwa dengan populasi Muslim terbesar di dunia, potensi pasar investasi syariah di Indonesia sangat besar.

Dengan momentum ini, investasi emas syariah di BSI tidak hanya memberikan nilai tambah sekaligus melindungi konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen investasi yang sesuai nilai dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

"BSI berkomitmen menguatkan edukasi dan literasi investasi emas agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini untuk merancang masa depan finansial, termasuk biaya pendidikan, pernikahan, dan persiapan pensiun," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#BSI #indonesia #emas #ekonomi global #inflasi