Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Saham Chandra Daya Investasi Meroket Tembus Rp2.230 Perlembar, CDIA Perluas Bisnis Angkatan Laut

Nur Jayanti • Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:00 WIB
PT. Chandra Daya Investasi Saat Menghadiri Bursa Efek Indonesia.
PT. Chandra Daya Investasi Saat Menghadiri Bursa Efek Indonesia.

KALTIMPOST, Samarinda - Saham Chandra Daya Investasi (CDIA) mengalami lonjakan yang melejit dalam pasar saham Indonesia. Harga saham perusahaan ini dilaporkan tembus dinilai Rp2.230 per lembar pada penutupan jam perdagangan Selasa (7/10/2025).

Pencapaian angka tersebut menunjukkan lonjakan harga yang signifikan, hal ini disebabkan karena Chandra Daya Investasi merupakan pemula yang baru masuk bursa saham pada Juli 2025 lalu.

Apa Itu Chandra Daya Investasi?

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia milik Prajogo Pangestu.

Perusahaan ini bergerak di bidang investasi infrastruktur, dengan fokus pada energi, air, pelabuhan, penyimpanan, dan logistik.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Chandra Asri Group dan berperan sebagai perusahaan induk investasi yang mengelola aset-aset infrastruktur energi, air, pelabuhan, dan logistik milik grup tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, Chandra Daya Investasi membuka perdagangan di BEI pada awal Juli 2025 lalu.

Pada saat pertama kali masuk dalam bursa saham, penawaran harga saham Chandra Daya Investasi hanya Rp190 per lembar dengan jumlah saham sebanyak 124.829.374.700 lembar saham.

Memperluas Bisnis Angkutan Laut

PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) telah melakukan beberapa manuver baru di bisnis angkutan laut, hal ini ia lakukan untuk memperkuat kendali bisnis pelayaran melalui peningkatan kepemilikan saham di dua anak usahanya, yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM). Nilai transaksi yang dikeluarkan berjumlah Rp2,68 triliun.

Terdapat empat objek transaksi terpisah yang saling berkaitan dalam transaksi tersebut yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2025 yaitu:

Objek transaksi pertama adalah pemberian pinjaman dari perusahaan CDIA kepada PT Buana Primatama Niaga (BPN), pinjaman ini memiliki nilai maksimum Rp1 triliun, bunga JIBOR 3 bulan + 1,75%, dan tenor hingga 31 Desember 2032.

Pembayaran bunga harus dilakukan setiap tanggal 25 pada Maret, Juni, September, serta Desember mendatang.

Objek transaksi kedua berupa penerbitan saham baru oleh PT CSI sebanyak 18.138.724 lembar dengan total nilai Rp2,72 triliun, transaksi ini akan diambil bagian oleh CDIA dan BPN.

Objek transaksi ketiga, PT MIM akan menerbitkan sebanyak 18.027.795 saham baru dengan nilai mencapai Rp1,80 triliun.

Objek transaksi keempat, tindak pengambilalihan saham PT CSI dan PT MIM yang dimiliki PT BPN oleh CDIA, tindakan ini termasuk pengambilalihan anak usahanya, yakni PT Chandra Samudera Port (CSP) yang memiliki total nilai sebesar Rp2,68 triliun.

Setelah seluruh transaksi tersebut tuntas, maka CDIA akan menguasai 99% saham di PT CSI dan PT MIM. Kedua perusahaan tersebut kini telah menjadi anak usaha terkonsolidasi penuh yang berada di bawah CDIA.

Tak hanya itu, CDIA yang merupakan perusahaan holding juga turut memberikan pinjaman kepada PT Redeco Petrolin Utama senilai Rp11 miliar dengan tingkat bunga 8,11% per tahun dan tenor 36 bulan, tenor yang diberikan juga dapat diperpanjang. (*)

Editor : Almasrifah
#chandra asri group #bursa efek indonesia #harga saham #cdia #bpn