KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Industri taman rekreasi di Kaltim menunjukkan geliat yang menggembirakan dan makin berkualitas.
Ketua DPD Persatuan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim, Dian Rosita, mengatakan meski jumlah pengunjung belum mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, kualitas layanan dan atraksi di destinasi wisata terus berkembang.
“Kunjungan kita stabil. Jadi enggak terlalu naik, enggak juga turun. Tapi dari sisi bisnisnya sekarang lebih banyak. Artinya, kita enggak hanya ngobrolin jumlah pengunjung, tapi apa yang mereka lakukan di dalam destinasi wisata,” ujar Dian, Rabu (8/10).
Menurutnya, fokus pelaku usaha kini bergeser dari sekadar menarik jumlah wisatawan menjadi menciptakan aktivitas bernilai ekonomi di dalam lokasi wisata. Hal ini terlihat dari peningkatan sektor kuliner, atraksi tambahan, hingga pelatihan olahraga yang dikemas dalam konsep rekreasi.
“Misalnya kolam renang sekarang bukan cuma untuk rekreasi, tapi sudah banyak yang bikin klub renang dan kelas berenang rutin. Ada juga destinasi yang buka kelas berkuda dan paddleboard, jadi masyarakat enggak cuma jalan-jalan, tapi ikut kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.
Konsep sport tourism menjadi salah satu daya tarik baru di taman-taman rekreasi. Sejumlah destinasi kini memiliki klub olahraga sendiri, seperti renang, berkuda, hingga paddleboard. Salah satunya kawasan Rumah Ulin Arya. “Ini bentuk pengembangan kualitas destinasi. Wisata jadi lebih hidup dan bernilai ekonomi,” katanya.
Meski wisata buatan berkembang pesat, wisata alam tetap menjadi magnet tersendiri. Tantangan utama terletak pada aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung, terutama untuk destinasi bahari.
“Biasanya wisata bahari itu terkendala akses dan soal kenyamanan. Padahal slogan kami wisata aman dan nyaman. Jadi yang dikedepankan itu fasilitas dan jaminan keamanan,” ujar Dian.
PUTRI Kaltim secara rutin menggelar pelatihan keamanan dan keselamatan bagi pengelola wisata, termasuk pelatihan lifeguard untuk kawasan perairan. Selain itu, dilakukan pengecekan berkala dan sesi berbagi pengalaman antarpengelola guna meminimalisir risiko kecelakaan.
“Untuk pelatihan-pelatihan itu kami berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim. Kami dari PUTRI sangat mengapresiasi Dispar, mereka selalu tanggap dengan apa yang kami butuhkan,” ungkapnya.
Menjelang akhir tahun, pelaku usaha wisata di bawah naungan PUTRI Kaltim juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan tematik untuk menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. “Setiap tempat punya konsep acara masing-masing, supaya pengunjung punya alasan untuk kembali lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo