KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pergerakan ekonomi Kalimantan Timur kembali menunjukkan sinyal positif.
Setelah sempat melambat pada awal tahun, aktivitas perdagangan luar negeri kini kembali menggeliat, menandakan permintaan global mulai pulih.
Baca Juga: Biznet Rayakan 25 Tahun, Perluas Jaringan Internet Cepat ke Balikpapan dan Kalimantan
Lonjakan ekspor dari Bumi Etam kali ini tak main-main.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama pada Agustus 2025 menembus USD1,546 miliar, atau naik USD257,66 juta dibandingkan bulan sebelumnya.
Angka itu setara peningkatan 19,99 persen hanya dalam waktu sebulan.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, lonjakan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan ekspor ke tiga negara utama: Tiongkok, India, dan Jepang.
“Tiongkok naik USD 142,91 juta atau 28,72 persen, India meningkat USD 90,89 juta (44,24 persen), dan Jepang bertambah USD 27,87 juta (26,30 persen),” terangnya.
Dari total 13 negara tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai USD 640,58 juta pada Agustus.
Di bawahnya, India mencatat USD 296,32 juta dan Jepang USD 133,83 juta.
Meski capaian bulanan menguat signifikan, Yusniar menyebut secara kumulatif Januari–Agustus 2025 kinerja ekspor nonmigas Kaltim masih menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Secara kumulatif, ekspor ke 13 negara utama turun 17,21 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selama delapan bulan pertama 2025, Tiongkok tetap mendominasi dengan nilai ekspor mencapai USD 3,89 miliar atau menyumbang 31,77 persen dari total ekspor nonmigas Kaltim.
Disusul India sebesar USD 2,04 miliar (16,70 persen) dan Filipina USD 1,09 miliar (8,93 persen).
Sementara itu, dari sisi kawasan, ekspor ke ASEAN mencapai USD 2,94 miliar atau 23,98 persen dari total ekspor nonmigas, sedangkan ke Uni Eropa sebesar USD 186,75 juta atau 1,52 persen.
Baca Juga: Cegah Mesin Sepeda Motor Cepat Panas, Ini yang Harus Dilakukan Para Pengendara
“Total nilai ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN berperan hampir seperempat dari total ekspor Kaltim, sementara Uni Eropa masih di bawah dua persen,” papar Yusniar.
Kendati tren tahunan masih menurun, BPS menilai peningkatan ekspor dalam satu bulan terakhir memberi sinyal pemulihan.
Optimisme tumbuh bahwa kinerja ekspor Kaltim dapat kembali menguat hingga akhir tahun, seiring pulihnya permintaan dari pasar Asia. (*)
Editor : Ery Supriyadi