Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

OJK Sebut Stabilitas Keuangan Nasional Aman, Tapi Permintaan Domestik Masih Lemah

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:55 WIB
TERJAGA: Di tengah dinamika global, stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga.
TERJAGA: Di tengah dinamika global, stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dunia dan domestik terus mengalami perkembangan yang perlu diantisipasi dengan hati-hati.

Menurut OJK, ekonomi global masih menunjukkan kondisi yang beragam. OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) bahkan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi lebih kuat dari perkiraan awal tahun 2025.

Hal itu didorong oleh front loading atau percepatan aktivitas produksi dan perdagangan sebelum kenaikan tarif dagang diberlakukan.

“Sementara itu, tensi perang dagang dalam tren menurun, meskipun kemungkinan flare up tensi perang dagang dan geopolitik masih cukup tinggi,” jelas pria yang biasa disapa Jimmy itu, Jumat (10/10).

Di sisi lain, Amerika Serikat menunjukkan kinerja ekonomi yang relatif stabil. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh tinggi, meski pasar tenaga kerja melemah dan inflasi masih bertahan di level tinggi.

“Siklus penurunan Fed Fund Rate (FFR) juga telah dimulai, dimana The Fed pada September 2025 telah menurunkan FFR sebesar 25 basis poin dan diekspektasikan masih akan melakukan pemangkasan sebanyak dua kali tahun ini,” paparnya.

Untuk kawasan Asia, kondisi di Tiongkok masih dalam tahap moderasi dengan beberapa indikator utama, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, berada di bawah ekspektasi pasar. Di Eropa, perekonomian masih stagnan, bahkan Perancis tengah menghadapi tekanan di pasar keuangan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal.

"Sementara di Jepang, tekanan inflasi yang masih tinggi membuat Bank of Japan tetap bersikap hawkish (mengutamakan pengendalian inflasi dan menaikkan suku bunga)," tuturnya.

Perkembangan global tersebut, lanjut Jimmy, justru mendukung peningkatan minat risiko (risk on) di kalangan investor internasional, sehingga pasar saham global menunjukkan penguatan dalam beberapa waktu terakhir.

Di dalam negeri, dia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. “Kinerja perekonomian domestik masih terjaga dengan PMI manufaktur masih di zona ekspansi dan surplus neraca perdagangan yang meningkat,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia menekankan agar pelaku usaha dan pemangku kebijakan tetap waspada terhadap pelemahan permintaan domestik. “Meskipun demikian, perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang masih perlu didorong seiring dengan moderasi inflasi, tingkat kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#dinamika global #otoritas jasa keuangan (ojk) #ekonomi dunia