KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kinerja impor Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2025 kembali melemah di semua golongan barang. Penurunan paling dalam terjadi pada kelompok barang modal yang anjlok hingga 29,12 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, pelemahan juga terjadi di dua golongan lainnya.
“Menurut golongan penggunaan barang, pada Agustus 2025 semua golongan barang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Impor golongan barang modal mengalami penurunan terdalam 29,12 persen, diikuti penurunan impor golongan barang bahan baku/penolong 15,85 persen, dan golongan barang konsumsi 3,51 persen,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tren serupa juga terlihat. Yusniar menyebut, penurunan impor secara tahunan (year on year) juga terjadi di seluruh golongan barang. “Impor golongan barang modal mengalami penurunan terdalam sebesar 68,99 persen diikuti penurunan impor golongan barang konsumsi 30,38 persen, dan golongan barang bahan baku/penolong sebesar 21,77 persen,” jelasnya.
Meski turun, peran bahan baku dan penolong masih menjadi tulang punggung impor Kaltim. Berdasarkan catatan BPS, selama periode Januari hingga Agustus 2025, golongan bahan baku/penolong mendominasi dengan nilai mencapai USD2.801,28 juta atau 90,98 persen dari total impor Kaltim. Sementara barang modal tercatat USD272,47 juta (8,85 persen) dan barang konsumsi hanya USD5,18 juta (0,17 persen).
Secara keseluruhan, nilai total impor Kaltim pada Agustus 2025 mencapai USD310,45 juta, turun 16,98 persen dibanding Juli 2025 dan merosot 29,70 persen dibanding Agustus 2024.
Penurunan mengindikasikan aktivitas produksi industri berbasis bahan baku impor di Kaltim sedang melambat. Namun, dominasi bahan baku yang masih tinggi menunjukkan bahwa sektor industri di Bumi Etam masih berperan penting dalam menjaga roda ekonomi daerah.
Editor : Dwi Restu A