KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Performa penyaluran kredit di Kalimantan Timur (Kaltim) tak secerah triwulan sebelumnya.
Pada triwulan II 2025, kredit yang disalurkan perbankan justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,17 persen (year on year/yoy) dengan nilai realisasi Rp181,73 triliun.
Baca Juga: Ekspor Balikpapan Naik 16 Persen, Didominasi Komoditas Tambang dan Industri Pengolahan
Sebelumnya, di triwulan I 2025, penyaluran kredit masih tumbuh positif 3,03 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa perlambatan ini sejalan dengan tren nasional.
Hanya saja, laju di Kaltim terpantau lebih dalam dibandingkan nasional yang masih tumbuh 8,08 persen (yoy).
Penurunan terutama disumbang oleh kredit modal kerja yang anjlok hingga 9,47 persen akibat menurunnya optimisme pelaku usaha di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Budi menambahkan, kredit konsumsi juga ikut melambat menjadi 11,80 persen dari sebelumnya 13,03 persen, seiring berakhirnya momen belanja besar Idulfitri.
Baca Juga: Siswa SMK 5 Samarinda Belajar Literasi dan Etika Bermedia di Kaltim Post
Sementara itu, kredit investasi mencatat sedikit kenaikan menjadi 2,60 persen (yoy).
Dengan kondisi tersebut, BI mendorong perbankan di Kaltim memperkuat strategi intermediasi agar penyaluran kredit dapat kembali menopang pertumbuhan ekonomi di semester akhir tahun. (*)
Editor : Ery Supriyadi