KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sektor andalan Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menghadapi tantangan berat.
Aktivitas pertambangan yang selama ini menjadi motor ekonomi daerah kini menunjukkan tanda perlambatan signifikan.
Baca Juga: Meski Kredit Melambat, BI Pastikan Perbankan Kaltim Tetap Aman dari Risiko
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penyaluran kredit perbankan di daerah penghasil batu bara ini.
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan tajam kredit sektor pertambangan sebesar 20,52 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2025 — kontraksi terdalam sepanjang tahun.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan bahwa melemahnya kinerja sektor tambang menjadi faktor utama penurunan tersebut.
“Kontraksi ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan PDRB akibat melemahnya permintaan batu bara dari negara mitra dagang utama,” terangnya.
Menurut Budi, efek domino pelemahan global juga menekan pembiayaan bagi perusahaan tambang besar yang sangat bergantung pada ekspor.
Baca Juga: Kredit Kaltim Tiba-Tiba Minus, BI Beberkan Biang Keladinya!
Meski demikian, kontribusi sektor pertambangan terhadap total kredit di Kaltim masih signifikan, yakni mencapai 18,09 persen.
Ia menilai, tren ini menjadi peringatan bagi dunia usaha dan perbankan untuk lebih adaptif terhadap fluktuasi permintaan komoditas global. (*)
Editor : Ery Supriyadi