KALTIMPOST.ID, SAMARINDA –
Kalimantan Timur kembali mencuri perhatian dalam peta investasi nasional.
Melalui gelaran Mahakam Investment Forum (MIF) 2025, provinsi ini menegaskan diri sebagai poros ekonomi yang menghubungkan Indonesia dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: BI Ungkap Tiga Pemicu Utama Inflasi Kaltim Triwulan III, Biaya Sekolah, BBM, dan Tiket Pesawat
Acara dua hari yang berlangsung di Balikpapan dan Nusantara pada 9–10 Oktober itu diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Kaltim dan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”, forum ini menjadi wadah strategis mempertemukan pemilik proyek dan calon investor potensial.
Antusiasme terlihat nyata. Sebanyak 77 calon investor dari dalam dan luar negeri hadir, termasuk Duta Besar Palestina, Pakistan, Bahrain, dan Kamboja, serta perwakilan diplomatik dari Konsulat Jenderal Filipina, Mesir, dan Italia.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia terhadap potensi ekonomi Bumi Etam.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas lembaga dalam penyelenggaraan forum tersebut.
“MIF merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, OIKN, dan Bank Indonesia untuk memperkuat promosi investasi daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Forum ini juga menghasilkan 85 sesi One-on-One Meeting (O3M) antara investor dan delapan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Hasilnya, delapan Letter of Intent (LoI) resmi ditandatangani. Dari seluruh proyek yang ditawarkan, Balikpapan Waste Management menjadi yang paling diminati dengan 15 sesi pertemuan, disusul proyek Oleochemical dan Oleofood di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan.
Selain pertemuan bisnis, acara turut dirangkai dengan peluncuran TRUSTER (Trade, Tourism, Industry, and Investment Center), platform digital promosi investasi yang memperluas jangkauan informasi proyek daerah.
Dukungan juga datang dari Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono. Ia mengapresiasi peran Kaltim dalam mendorong arus investasi menuju IKN.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada RIRU Kaltim atas dukungannya dalam promosi investasi proyek-proyek di IKN,” tuturnya.
Baca Juga: Neraca Dagang Balikpapan Surplus, Didukung Nonmigas
Basuki menambahkan, peluang investasi akan semakin terbuka seiring penetapan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
“Hal ini membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan investasi strategis di berbagai sektor prioritas serta memberikan jaminan terhadap regulasi dan proses investasi di IKN,” ujarnya menutup. (*)
Editor : Ery Supriyadi