Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investasi Kaltim Didominasi Tambang, Capai Rp 8,57 Triliun di Triwulan II

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:49 WIB
SEKTOR USAHA: Berdasarkan sektor usaha, pertambangan catat realisasi investasi terbesar yakni Rp 8,57 triliun. Sehingga memberikan kontribusi terhadap seluruh sektor usaha 43,26 persen.
SEKTOR USAHA: Berdasarkan sektor usaha, pertambangan catat realisasi investasi terbesar yakni Rp 8,57 triliun. Sehingga memberikan kontribusi terhadap seluruh sektor usaha 43,26 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Sektor pertambangan kembali menunjukkan dominasinya dalam peta investasi Kalimantan Timur. Hingga triwulan II 2025, penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor itu tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 8,57 triliun. Angka tersebut berkontribusi 43,26 persen terhadap total investasi seluruh sektor usaha di Bumi Etam.

Disebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana, kinerja positif sektor tambang masih menjadi penopang utama realisasi investasi daerah.

"Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, maka realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan Triwulan II 2025 menunjukkan subsektor pertambangan mengalami penambahan investasi terbesar yaitu mencapai Rp 8,57 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha yaitu sebesar 43,26 persen,” jelasnya.

Selain pertambangan, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga tumbuh signifikan. Menempati posisi kedua dengan nilai investasi Rp 4,15 triliun atau 20,98 persen dari total investasi PMDN di triwulan II.

"Sementara itu, subsektor industri makanan menempati posisi ketiga dengan kontribusi Rp 1,32 triliun atau 6,70 persen," sambungnya.

Secara keseluruhan, terdapat 23 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN di Kalimantan Timur pada periode April-Juni 2025. Menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di daerah tidak hanya bergantung pada satu sektor saja, melainkan mulai menyebar ke berbagai bidang produktif lainnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan mencatat serapan terbesar bagi tenaga kerja Indonesia.

"Totalnya mencapai 6.633 orang, atau 37,57 persen dari keseluruhan tenaga kerja Indonesia di triwulan II," terang Fahmi.

Sektor pertambangan berada di posisi kedua dengan penyerapan 3.232 tenaga kerja Indonesia atau 18,31 persen dari total tenaga kerja. Disusul subsektor jasa lainnya yang menyerap 2.208 tenaga kerja Indonesia atau 12,51 persen.

“Pada Triwulan II tahun 2025, PMDN juga menyerap tenaga kerja asing sebanyak 5 orang,” ujar Fahmi. Meski jumlahnya kecil, hal itu tetap menunjukkan adanya kebutuhan tenaga ahli untuk mendukung kegiatan investasi di beberapa subsektor strategis. (*)

Editor : Duito Susanto
#investasi kaltim