KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penyaluran kredit di Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan II 2025 menunjukkan ketimpangan antarwilayah.
Di tengah tren melambat di beberapa daerah, dua kota besar justru mendominasi hampir separuh total kredit yang beredar di provinsi ini.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Akar Lemahnya Ekonomi Indonesia
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa sejumlah daerah masih mampu menjaga pertumbuhan positif.
Kutai Timur menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 11,37 persen (yoy), disusul Samarinda 10,96 persen (yoy).
“Secara keseluruhan, penyaluran kredit di Kaltim mencapai Rp181,73 triliun, dengan pertumbuhan relatif stabil di -0,17 persen (yoy),” jelas Budi.
Kutai Timur mencatat performa terbaik dengan total kredit Rp19,08 triliun. Sementara Samarinda menyalurkan Rp38,04 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat di Paser dengan Rp5,15 triliun (naik 5,27 persen yoy) dan Penajam Paser Utara (PPU) Rp1,85 triliun (naik 5,43 persen yoy).
Bontang masih tumbuh tipis 1,37 persen (yoy) dengan total kredit Rp7,62 triliun, sementara Balikpapan relatif stabil di 0,35 persen (yoy) dengan nilai Rp50,72 triliun.
Namun, tak semua daerah menikmati tren serupa. Mahakam Ulu mencatat kontraksi terdalam, anjlok -31,44 persen (yoy) dengan nilai kredit Rp1,48 triliun.
Kutai Kartanegara juga mengalami penurunan tajam -20,66 persen (yoy) menjadi Rp18,07 triliun.
Penurunan lebih ringan terjadi di Berau (-3,35 persen yoy, Rp26,67 triliun) dan Kutai Barat (-2,49 persen yoy, Rp13,02 triliun).
Meski demikian, Budi memastikan kualitas kredit di Kaltim masih terjaga.
“Pertumbuhan positif ini juga diiringi dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap rendah, di bawah 5 persen di hampir semua kabupaten/kota,” ujarnya.
Mahakam Ulu tercatat memiliki NPL terendah 0,02 persen, sedangkan yang tertinggi ada di Kutai Kartanegara dengan 6,75 persen.
Dari sisi distribusi, Balikpapan dan Samarinda tetap menjadi pusat perputaran kredit Kaltim.
Baca Juga: Nikmati Halloween Seru Bersama Si Kecil di Sky House Rooftop Samarinda
“Sebesar 48,84 persen dari total kredit Kaltim diserap oleh dua kota tersebut, sejalan dengan perannya sebagai pusat ekonomi provinsi,” ungkap Budi.
Sementara itu, Penajam Paser Utara menjadi daerah dengan pangsa kredit terkecil, hanya 0,82 persen dari total penyaluran di Kaltim. (*)
Editor : Ery Supriyadi