Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hotel Naik 36 Unit Setahun, BPS Sebut Efek IKN Dorong Akomodasi Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 19 Oktober 2025 | 23:04 WIB

AKOMODASI: Kaltim memiliki total 665 unit hotel bintang dan nonbintan. Kenaikan paling mencolok terjadi di Penajam Paser Utara, wilayah yang menjadi lokasi IKN.
AKOMODASI: Kaltim memiliki total 665 unit hotel bintang dan nonbintan. Kenaikan paling mencolok terjadi di Penajam Paser Utara, wilayah yang menjadi lokasi IKN.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ikut menggairahkan sektor akomodasi di Kalimantan Timur. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, menyebut ketersediaan fasilitas penginapan yang semakin lengkap menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pada tahun 2024, terdapat 665 unit hotel bintang dan nonbintang di Kalimantan Timur. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2023 sebanyak 629 unit,” terang Yusniar. Peningkatan itu menunjukkan bahwa kebutuhan akomodasi terus bertambah seiring mobilitas tinggi di berbagai wilayah.

Kenaikan paling mencolok terjadi di Penajam Paser Utara (PPU). Wilayah yang menjadi lokasi IKN itu mencatat pertumbuhan jumlah hotel hingga 137,50 persen. “Kenaikan ini kemungkinan dipicu oleh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mendorong meningkatnya kebutuhan akomodasi,” ungkapnya.

Balikpapan tetap memegang predikat daerah dengan jumlah hotel terbanyak. Sebagai pusat bisnis dan pintu gerbang internasional, Balikpapan memiliki 43 hotel berbintang dan 87 hotel nonbintang. Sebaliknya, Mahakam Ulu menjadi daerah dengan jumlah akomodasi paling sedikit, hanya memiliki 20 hotel nonbintang.

Menurut Yusniar, perkembangan fasilitas akomodasi tersebut tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga pada pergerakan ekonomi lokal. “Ketersediaan dan kelengkapan fasilitas hotel dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, mendorong mereka memperpanjang masa tinggal, serta memberi dampak positif bagi perekonomian lokal,” jelasnya.

BPS mencatat, sepanjang 2024 tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang mencapai 65,11 persen, naik dari 60,51 persen pada 2023. Peningkatan juga terjadi pada hotel nonbintang, dari 23,70 persen menjadi 27,73 persen. Menandakan minat masyarakat untuk berwisata dan berbisnis di Kaltim terus tumbuh. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#BPS Kalimantan Timur #IKN #Ibu Kota Nusantara (IKN) #kaltim #hotel