KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Sepanjang Agustus 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bumi Etam menembus 1.318 orang, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Angka itu melonjak 30,62 persen dibandingkan Juli 2025, dan bahkan naik 150,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata pascapandemi. “Selama Agustus 2025 ada sebanyak 1.318 wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah Kaltim. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan tersebut mengalami peningkatan sebesar 30,62 persen,” ujarnya.
Dia menambahkan, kenaikan paling signifikan terlihat pada wisatawan asal negara-negara ASEAN. “Kunjungan wisman kelompok kebangsaan ASEAN mengalami peningkatan tertinggi 245,89 persen, diikuti wisman asal Timur Tengah 200,00 persen, wisman asal Amerika 100,00 persen, dan wisman asal Asia selain ASEAN naik 27,27 persen,” jelas Yusniar.
Meski begitu, peningkatan belum merata. Beberapa kawasan justru menunjukkan penurunan. “Kunjungan kelompok kebangsaan Eropa mengalami penurunan 16,67 persen dan wisman asal kelompok Oseania mengalami penurunan 10,00 persen,” ungkapnya.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya, Juli 2025, tren serupa juga terlihat. Wisman asal ASEAN tumbuh 51,60 persen, disusul Amerika 17,65 persen, dan Oseania 12,50 persen. Sebaliknya, kunjungan dari Afrika anjlok 85,71 persen, Eropa turun 30,33 persen, dan Asia selain ASEAN menyusut 20,33 persen.
Berdasarkan asal kebangsaan, wisatawan dari Brunei Darussalam menjadi yang terbanyak berkunjung ke Kaltim dengan 623 kunjungan atau 47,27 persen dari total wisman. Disusul Malaysia sebanyak 290 kunjungan (22,00 persen), Singapura 67 kunjungan (5,08 persen), Tiongkok 43 kunjungan (3,26 persen), dan India 22 kunjungan (1,67 persen).
Secara kelompok kebangsaan, dominasi wisatawan ASEAN sangat jelas terlihat. “Jumlah kunjungan wisman selama Agustus 2025 didominasi oleh wisman kelompok kebangsaan ASEAN 82,93 persen,” tutur Yusniar. Sisanya berasal dari Asia selain ASEAN (7,43 persen), Eropa (6,45 persen), Amerika (1,52 persen), Oseania (1,37 persen), Timur Tengah (0,23 persen), dan Afrika (0,08 persen). (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo