SAMARINDA — Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor investasi di Kalimantan Timur tercatat paling rendah dibandingkan jenis pembiayaan lainnya. Kondisi itu menunjukkan kualitas penyaluran kredit yang sehat dan kehati-hatian perbankan di daerah.
"Dari tingkat risiko yang ditunjukkan dengan rasio Non Performing Loan (NPL), kredit investasi tercatat memiliki risiko paling rendah dibanding modal kerja dan konsumtif, yaitu Rp0,30 triliun atau 0,68 persen dari total kredit investasi berdasarkan lokasi bank dan sebesar Rp0,45 triliun atau 0,54 persen dari total kredit investasi berdasarkan lokasi proyek," papar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim Kaltara) Parjiman.
Berdasarkan data OJK, total kredit investasi berdasarkan lokasi bank mencapai Rp43,5 triliun dengan NPL 0,68 persen. Untuk lokasi proyek, total kredit investasi tercatat sebesar Rp83 triliun dengan NPL 0,54 persen.
Sementara itu, kredit konsumsi dan modal kerja menunjukkan rasio NPL yang lebih tinggi, masing-masing 2,57 persen dan 3,69 persen untuk lokasi bank, serta 2,60 persen dan 3,28 persen untuk lokasi proyek.
Memperlihatkan bahwa risiko kredit di Bumi Etam tetap terkendali dan kualitas aset perbankan terjaga baik. Tren positif tersebut menjadi cerminan sehatnya sektor jasa keuangan di daerah.
Editor : Muhammad Ridhuan